Selasa, 15 Januari 2013

INI RESIKO YG HARUS DITANGGUNG APABILA UJI LAB KESEHATAN DIABAIKAN



Jakarta, Sebelum menikah, calon pengantin biasanya disibukkan dengan segala macam persiapan, mulai dari acara akad nikah hingga resepsi. Namun belum banyak yang melakukan tes kesehatan pranikah, padahal berbagai risiko kesehatan mengintai bila Anda mengabaikannya.

"Premarital check up manfaatnya yang paling ekstrem mencegah penularan penyakit antar pasangan, mendeteksi sifat pembawa kelainan bawaan pada kedua pasangan dan menentukan sejauh mana kebugaran masing-masing pasangan," jelas dr Frizar Irmansyah, SpOG, dokter kandungan dari RS Pusat Pertamina, saat dihubungi detikHealth, Rabu (16/1/2013).

Tes kesehatan sebelum pernikahan bisa mendeteksi kemungkinan berbagai penyakit menular, menahun, genetik yang diturunkan seperti:

1. Diabetes Mellitus
2. Kelainan jantung bawaan
3. Hipertensi
4. Hepatitis B
5. HIV/AIDS
6. TORCH (Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes simplex virus tipe 2).
7. Penyakit menular seksual (PMS) seperti sifilis, herpes, gonorrhea (kencing nanah).
8. Ketidakcocokkan golongan darah ABO dan rhesus
9. Kelainan darah seperti thalassemia
10. Kelainan genetik dan kromosom, termasuk buta warna.

"Penyakit-penyakit tersebut tentunya sangat mempengaruhi kesehatan pasangan dan keturunannya kelak. Jadi pemeriksaan pranikah ini penting untuk bisa mendapatkan keturunan yang sehat," jelas dr Frizar lebih lanjut.

Berikut beberapa risiko penyakit yang bisa menular pada pasangan atau menular pada keturunan:

1. Penyakit seperti diabetes melitus, kelainan jantung dan hipertensi, kelainan darah cenderung diturunkan. Calon ibu yang mempunyai kadar gula tinggi, bila tidak dikontrol dapat berisiko cacat pada janinnya atau mengalami komplikasi kehamilan seperti janin besar, gangguan pertumbuhan pada janin, proses kelahiran yang sulit atau janin meninggal di dalam kandungan.

Tapi bila kondisi ini diketahui sejak awal, dapat dilakukan perubahan gaya hidup dan bila perlu dilakukan pengobatan agar kadar gula darah terkendali dan komplikasi dapat dicegah atau dihindari.

2. Penyakit infeksi seperti hepatitis B juga bisa ditularkan ibu kepada janinnya atau dari sang suami kepada istrinya. Sebagian besar PMS termasuk sifilis, herpes, gonorrhea juga bisa mengakibatkan terjadinya kecacatan pada janin.

3. Ketidakcocokkan rhesus juga sangat mempengaruhi janin, seperti janin mengalami anemia, jaundice (kuning) dan komplikasi lainnya. Ketidakcocokkan rhesus ini sering terjadi pada pasangan berbeda ras.

4. TORCH (Toksoplasma, Rubela, Cytomegalovirus dan Herpes simplex) adalah sekelompok infeksi yang dapat ditularkan dari perempuan hamil kepada bayinya. Perempuan yang terinfeksi memiliki risiko tinggi menularkan ke janin yang bisa berakibat fatal.

5. Bila kedua pasangan membawa sifat thalassemia (thalassemia minor), maka besar kemungkinan keturunannya thalassemia mayor.

Orang yang menderita thalassemia mayor akan mengalami kekurangan darah akibat sel darahnya mudah rusak, jadi yang harus dilakukan adalah transfusi darah seumur hidup karena thalassemia tidak dapat disembuhkan.

"Dengan tes kesehatan, pasangan bisa mengetahui penyakit-penyakit tersebut lebih awal, sehingga nantinya bisa dilakukan usaha pengobatan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," jelas dr Frizar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar