Rabu, 01 Oktober 2014

EMPAT PENDETA DAN PASTOR MURTAD DAN MENJADI MUSLIM

Kamis, 2 Oktober 2014 10:12
Merdeka.com - Seperti sudah pernah dijabarkan, perpindahan keyakinan seseorang tak lebih dari pilihan pribadi dan gerakan intuisinya melalui sejumlah pengalaman serta bukti-bukti empiris terjadi padanya. Demikian pula dengan keempat mantan pastor dan pendeta sejagat ini. Mereka mengucapkan dua kalimat syahadat setelah mempelajari Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, dan Al-Quran.
Menjadi seorang mualaf membuat perubahan besar dalam diri mereka. Meski harus mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari komunitas gereja, namun tidak ada hal bisa mengubah keyakinan begitu saja, apalagi hanya dimusuhi oleh manusia. Mereka tetap pada pendiriannya, mengakui Allah sebagai Tuhan yang Esa.
Dilansir dari usislam.org, siapa empat pendeta dan pastor paling berpengaruh masuk Islam ini? Berikut ulasannya.

1.
George Anthony

Merdeka.com - Pastor George Anthony seorang imam Katolik di Sri Lanka. Menjadi seorang pembina umat tentu dia fasih dengan ajaran Alkitab. Setiap hari kitab suci itu selalu dikajinya sebagai pedoman hidup seorang pengikut Yesus Kristus. Namun dia semakin menemukan kontradiksi di dalamnya, apalagi saat menerjemahkannya dalam bahasa Sinhala. Keraguannya pada Alkitab menjadi-jadi.
Dia memaparkan dalam Esaiah 9:12 disebutkan "Sebuah buku suci akan diberikan pada dia yang tidak pernah belajar sebelumnya, tidak pernah berucap, tidak pernah bisa membaca, dan dia mengatakan saya tak mampu membaca".
Ayat tadi jelas mengacu pada Nabi Muhammad SAW satu-satunya utusan Tuhan dan nabi terakhir yang tidak bisa baca tulis. Ada pula ayat yang berlawanan dengan kepercayaan umat Katolik dan Kristen yakni menganggap Yesus manusia biasa. Kisah Para Rasul 2:22 mengatakan "Hai orang Israel, dengarlah kata-kata ini, Yesus dari Nazareth lelaki yang diutus Tuhan di antara kami dengan mukjizat dan keajaiban seperti dilakukan Tuhan". Ayat ini semakin membuktikan Yesus hanyalah manusia namun dengan pelbagai sifat Tuhan ada di dirinya.
George Anthony setelah menjadi pastor dan belajar sepuluh tahun pelatihan imamat. Kini lelaki mengubah namanya menjadi Abdurrahman ini menyerahkan karirnya sebagai pastor dan bekerja menjadi relawan di Kuwait.

2.
Khadijah Watson

Merdeka.com - Khadija Watson seorang profesor, pastor, penginjil, pendiri gereja dan misionaris. Dia tercatat menganut aliran radikal fundamentalis Katolik. Dia juga seorang yang cerdas. Dalam lima bulan dia meraih gelar Master of Divinity di sebuah seminari.
Perkenalannya pada Islam saat bertemu dengan seorang warga Amerika Serikat baru pulang bekerja dari Arab Saudi dan telah menjadi muslim. Watson mulai bertanya-tanya soal Islam dan demi memuaskan rasa ingin tahunya dia dibawa perempuan itu ke Islamic Center.
Sekian lama belajar soal Katolik Watson dididik mengenal Islam sebagai agama pengrusak dan kitab sucinya Al-Quran menyebarkan ajaran setan. Namun hal itu tidak didapatinya saat berkunjung ke Islamic Center. Dia diterima dengan baik, tanpa intimidasi, tanpa pelecehan, tidak ada manipulasi psikologis. Dia pun diberikan beberapa buku.
Watson membaca seluruhnya buku tentang Islam dan ditulis oleh kalangan muslim. Sebelumnya dia belajar Islam dari buku-buku ditulis kalangan Kristen dan jauh berbeda. Dalam sepekan dia melahap selusin buku.


3.
David Benjamin Keldani

Merdeka.com - David Benjamin Keldani seorang pastor Katolik masuk Islam dan memakai nama Abdul Ahad Daud. Dia lahir pada 1867 dan meninggal 1940. Dia lah yang menulis buku terlaris, Muhammad dalam Alkitab.
Dia menemukan fakta nama Yesus dalam bahasa Periqlytos berarti Ahmad, nama lain Muhammad. Setelah melakukan penelitian, bahkan Kristus sendiri tidak pernah menuliskan mengenai konsep Trinitas. Konsep itu hanya eksis dua abad setelah kematian Yesus.


4.
Idris Taufik

Merdeka.com - Penggalan ayat dari surat Al Maidah 83 berbunyi "Ya Allah, kami telah beriman. Catatlah kami sebagai orang-orang yang bersaksi atas kebenaran Al-Quran dan Nabi Muhammad SAW", menjadi awal utama ketertarikan mantan pastor Vatikan dan petinggi Katolik Inggris, kini mengubah namanya menjadi Idris Taufik.
Sejak belajar di Vatikan dan menjadi pastor dua memang bangga pada posisinya namun jauh di dalam lubuk hatinya ada hal tidak benar terutama sekali pelecehan seksual banyak dilakukan pastor-pastor Katolik pada murid mereka.
Kegelisahan hatinya membawa keputusan penting kedua yakni berhenti menjadi pastor di Vatikan dan memulai misi Kristen di Mesir. Di sinilah dia banyak berinteraksi dengan kaum muslim dan belajar Islam. Baginya, warga Ibu Kota Kairo amat lembut namun memegang ajaran teguh agama mereka.
Jelas saja Taufik terkejut melihat kenyataan ini lantaran di pelbagai media Barat Islam digambarkan hanya soal bom bunuh diri dan ekstremis. Ini mengesankan Islam merupakan agama bermasalah namun Taufik akhirnya bisa menemukan indahnya menjadi muslim.
Paling mengejutkannya, saat azan memanggil untuk salat, ribuan toko tutup dan seluruh orang berduyun-duyun ke masjid untuk beribadah. Sebagai misionaris, Taufik mengajar Studi Keagamaan. Dia mempelajari semua agama dunia termasuk Islam. Hingga satu hari ada ayat Al-Quran berbunyi "Dan saat mereka diperdengarkan wahyu dari Allah diterima Muhammad SAW, kamu akan melihat mata mereka menggenang sebab mengakui kebenaran Allah SWT".
Taufik tertegun mendengarnya. Tak terasa air matanya keluar dan dia berusaha menyembunyikan itu dari siswanya. Saat itu juga dia menerima Islam sebagai agamanya.

SEJARAWAN SEBUT YESUS TOKOH FIKTIF DAN TAK PERNAH ADA

Sejarawan sebut Yesus tokoh fiktif dan tak pernah ada


Merdeka.com Rabu, 1 Oktober 2014 21:02
Peneliti sejarah Michael Paulkovich membuat pernyataan mencengangkan tentang temuannya. Dia menegaskan Yesus Kristus dari Nazareth merupakan tokoh fiktif dan tak pernah ada.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Rabu (1/10), penemuan kontroversial ini dilansirnya setelah tak satupun 126 teks dari para penulis abad pertama hingga ketiga menyebutkan adanya Yesus. Padahal mereka hidup di zaman sama dengan Kristus.
Menurut Paulkovich Yesus merupakan karakter fiksi diciptakan pengikut Kristen agar lebih khusyuk beribadah. Klaim itu ditulisnya dalam sebuah buletin gratis berjudul Dongeng Kristus dan Bukan Penebus Lembut Hati.
Sekitar 126 teks itu tak satu pun menyebut soal Yesus padahal seharusnya amat tersohor di zaman itu. "Semua tulisan dari Paul dan Marcion, hingga Athenagoras dan Matius dengan tetralogi menentang adanya Kristus, semua bertentangan dengan cerita-cerita Alkitab. Banyak hal tidak nyambung sehingga saya menyimpulkan Kristus tokoh mitos," ujar Paulkovich.
Yesus dari Nazareth semua tak lebih dari legenda yang kemudian diyakini oleh para penganut Kristen ada. Dari semua tulisan abad pertama hingga ketiga hanya satu menyebut soal Yesus yakni dalam perang Yahudi ditulis sejarawan Romawi Josephus Flavius. Namun Paulkovich yakin, itu pun hanya dibuat-buat oleh Flavius. "Editor yang menambahkan itu, bukan Flavius," katanya.
Paulkovich menambahkan bahkan dalam injil Paulus pun tidak dimenuliskan mengenai Bunda Maria, mengabaikan kelahiran Yesus, serta pelbagai kisah seperti mukjizat, pengkhianatan, para rasul, bahkan tak tahu kapan Yesus hidup dan menyebutkan peristiwa penyaliban sesuatu dibesar-besarkan.
[din]

METODE IMKAN RUKYAT AKAN TERUS MENJADI MASALAH JIKA DIPAKAI


Muhammadiyah: Metode Imkan Rukyat Jadi Masalah

Jakarta (Antara) - Metode Imkan-Rukyat (visibilitas hilal) yang digunakan pemerintah dalam penentuan awal bulan Dzulhijjah untuk penetapan Idul Adha akan menjadi masalah di masa depan, kata Koordinator Dakwah Khusus Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agus Tri Sundani.
"Mulai 2023 hingga 2050 akan terus terjadi perbedaan ketetapan penanggalan kalau pemerintah terus menggunakan metode Imkan Rukyat, namun jika yang digunakan hisab dengan kriteria wujudul hilal, maka bisa terus sama," kata Agus yang juga Sekretaris Pimpinan wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta itu di Jakarta, Rabu.
Hal itu karena imkan rukyat sangat tergantung pada hasil pengamatan terhadap bulan, sementara bulan tidak akan bisa dilihat jika masih di bawah dua derajat saat matahari terbenam, bahkan di atas empat derajat pun bisa juga tidak terlihat, ujarnya.
Permasalahan seperti ini, menurut Sekretaris Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) itu, juga akan terjadi di Arab Saudi, negara yang menjadi penyelenggara ibadah haji, apalagi Saudi menggunakan rukyat murni.
"Pernah kejadian di Saudi pada tahun 2000, penetapan 1 Syawal karena ada yang melapor telah melihat hilal, padahal saat itu belum terjadi ijtimak. Tentu saja ini diprotes para ahli astronomi," katanya.

Muhammadiyah, ujar dia, dalam menentukan awal bulan Kamariah menggunakan konsep hisab hakiki yakni metode hisab yang berpatokan pada perhitungan atas gerak benda langit yang sebenarnya, sedangkan wujudul hilal menggambarkan saat matahari terbenam bulan belum terbenam atau masih di atas ufuk.
Konsep hisab Muhammadiyah ini, ujar dia, harus memenuhi tiga kriteria, yakni sudah terjadi ijtimak (konjungsi atau peristiwa di mana bumi dan bulan berada di posisi bujur langit yang sama yang terjadi sebulan sekali), ijtimak terjadi sebelum terbenam matahari dan ketika matahari terbenam bulan belum terbenam atau masih di atas ufuk.
"Jadi kalau ketiga kriteria itu sudah terpenuhi maka berarti hilal sudah wujud sehingga sejak terbenamnya matahari itu sudah masuk bulan baru Kamariah. Sebaliknya jika ada satu saja dari ketiga kriteria itu tak terpenuhi maka dikatakan hilal belum wujud, sehingga saat matahari terbenam belum masuk waktu bulan baru," katanya.
Menjelang Dzulhijjah 1435 H, jelas dia, ijtimak di Yogyakarta terjadi pada Rabu (24/9) pukul 13.15.45 WIB, sedangkan matahari terbenam di Yogyakarta pukul 17.35.30 WIB sehingga umur bulan saat itu 4 jam 19 menit 45 detik dan bulan masih di atas ufuk dengan ketinggian nol derajat 30-04.
"Karena sudah wujud, kami menetapkan 1 Dzulhijjah 1435 Hijriyah jatuh pada Kamis 25 September 2014, sehingga Idul Adha (10 Dzulhijjah) jatuh pada Sabtu 4 Oktober," katanya.
Ia juga mengatakan, meski wujudul hilal terjadi di bagian barat Indonesia sementara di Indonesia timur belum, karena konsep ini menggunakan teori matlak wilayatul hukmi, jadi kawasan timur yang belum wujud mengikuti wilayah barat yang sudah wujud.
Menurut dia, upaya pemerintah untuk mencari titik temu antara kriteria wujudul hilal dan inkam rukyat sudah berkali-kali dilakukan, termasuk meminta Muhammadiyah menaikkan kriterianya wujudul hilal menjadi dua derajat.
"Kami tak masalah, tapi dua derajat kan memang belum kelihatan, jadi ada usulan empat derajat saja, ada juga yang usul lima derajat. Sampai sekarang belum ada kata sepakat. Kami pun tetap pada kriteria wujudul hilal. Dasarnya Surat Yasin ayat 39-40," katanya. (ar)


BUNG KARNO SAAT PERISTIWA G.30 S PKI 1965

Maulwi Saelan: Sukarno Tak Terlibat G30S

Maulwi Saelan: Sukarno Tak Terlibat G30S

HISTORIA.CO.ID - Presiden Sukarno dituduh mengetahui dan merestui aksi penculikan jenderal. Maulwi Saelan, mantan pengawalnya membantah keterangan itu.
MAULWI Saelan masih ingat kejadian pada malam 30 September 1965. Saat itu dia sempat menegur Letkol Untung di Istora Senayan yang lalai menjaga salah satu pintu masuk Istora Senayan. Padahal Presiden Sukarno sedang berpidato di hadapan para insinyur di acara Munastek (Musyawarah Nasional Teknik). Maulwi pegang tanggungjawab pengamanan presiden karena Sabur, komandannya, sedang pergi ke Bandung.
Selesai acara, ditemani Kolonel Bambang Widjanarko, Maulwi kembali ke Istana mengantar presiden. Sekira pukul 24.00 dia pulang ke rumahnya di Jalan Birah II, Kebayoran Baru.
Telepon di rumahnya berdering sekitar pukul 05.10, selepas Maulwi sholat Subuh. Dari seberang, ajudan presiden Kombes Sumirat mengabarkan tentang terjadinya penembakan di rumah Waperdam Leimena dan Menko Hankam/KASAB Jenderal Nasution. Maulwi mengeceknya kemudian.
Selang setengah jam kemudian, Sumirat kembali menelepon. Rumah Menpangau Laksamana Omar Dhani dan rumah Brigjen DI Panjaitan juga ditembaki, katanya. Namun, kabar itu segera dia ralat bahwa rumah Omar Dhani tak ditembaki, dan di sekitar Istana Merdeka ada banyak pasukan tak dikenal.
Di rumah Maulwi, Kapten Suwarno (Dan Ki I Yon KK) sudah hadir pukul 6 kurang seperempat. “Bapak ada di mana?” tanyanya, yang langsung dijawab Maulwi, “Apakah Bapak tak ada di Istana?”
“Tidak ada,” jawab Suwarno.
Mereka berdua segera bergegas mencari keberadaan presiden. Rumah Haryati di Grogol menjadi tujuan mereka, sesuai kebiasaan presiden apabila tak di Istana berarti ada di Wisma Yaso atau di rumah Haryati. Namun presiden tak ada di Grogol. Maulwi buru-buru bergegas ke Wisma Yaso namun langkahnya terhenti ketika sebuah jip DKP yang dilengkapi radio transmittor & receiver Lorentz tiba.
Dengan alat komunikasi itu Maulwi mencari keberadaan presiden. Akhirnya kontak tersambung dengan para pengawal presiden yang sedang bertugas. Mereka menjawab: iring-iringan presiden sedang menuju Istana Merdeka. Maulwi langsung meminta bicara dengan AKBP Mangil komandan DKP (Detasemen Kawal Pribadi).
Keduanya mendapat laporan dari sumber masing-masing mengenai perkembangan situasi dan keberadaan pasukan tak dikenal di sekitar Lapangan Monas. Berbekal informasi itu, Maulwi langsung memerintahkan Mangil agar membawa rombongan presiden ke rumah Haryati di Grogol. Dia menunggu di sana.
Namun rombongan presiden keburu sampai dekat air mancur Monas di Jalan Merdeka. Upaya pembelokan melalui Jalan Kebon Sirih sudah telat. Mangil langsung memerintahkan rombongan berbelok di Jalan Budi Kemuliaan, menuju Grogol untuk menghindari pasukan tak dikenal tadi. Rombongan tiba di rumah Haryati pukul 07.00.
Laporan yang diterima dari Sumirat segera Maulwi sampaikan kepada presiden. Presiden terhenyak dan berubah air mukanya. “Wah, ik ben overrompeld (wah, saya terguncang, red),” ujar presiden, kaget. Dia gelisah dan mengatakan kepada Maulwi bahwa mereka tak bisa berlama-lama di sana.
Sambil terus mengusahakan kontak dengan panglima ketiga angkatan dan Kodam Jaya, Maulwi berunding dengan Mangil mengenai upaya penyelamatan presiden dan ke mana presiden mesti dibawa. Sementara informasi dari berbagai pihak terus berdatangan. Sempat ada upaya membawa presiden untuk sementara ke rumah Sie Bian Ho, seorang kenalan Mangil di Kebayoran Baru. Tapi presiden sendiri akhirnya yang meminta mereka membawanya ke Lanud Halim Perdanakusuma.
“Sesuai prosedur standar operasi (SOP) Resimen Tjakrabirawa, pesawat Jetstar kepresidenan selalu stand by,” ujar Maulwi sebagaimana dimuat dalam biografinya, Maulwi Saelan: Penjaga Terakhir Soekarno.
Setelah persiapan singkat, rombongan berangkat ke Halim. Di ruang Komando Operasi, Menpangau Laksamana Omar Dhani sudah menunggu. Di sanalah mereka tinggal untuk beberapa saat sambil terus mengamati perkembangan yang ada.
Keterangan Maulwi menggugurkan pendapat Kolonel Bambang Widjanarko, yang mengatakan dalam buku Sewindu Dekat Bung Karno, bahwa Bung Karno terlibat G 30 S. Menurut Bambang, saat di acara Munastek presiden sempat menerima sepucuk surat dari Letkol Untung yang dititipkan lewat Sogol dan Nitri, keduanya anggota Tjakrabirawa bagian hygiene. Presiden, lanjut Bambang, lalu pergi ke toilet ditemani dirinya, Maulwi, dan Mangil. Di teras Istora, presiden berhenti sesaat untuk membaca surat tadi. Isinya, pemberitahuan Untung mengenai akan dimulainya Gerakan 30 September, yang akan menindak sejumlah perwira tinggi AD yang tak disukai Sukarno.
“Saya yang terus mendampingi Bung Karno, dan tidak pernah meninggalkannya walaupun sebentar, tidak melihat kedatangan pelayan Sogol yang menitipkan sepucuk surat yang katanya dari Untung untuk diserahkan kepada Bung Karno. Pada malam itu, Bung Karno juga tidak pernah meninggalkan tempat duduk untuk pergi ke toilet dan tidak benar berhenti sejenak di teras Istora yang terang lampunya untuk membaca surat,” bantah Maulwi.
Bambang juga menganggap percakapan Kresna dan Arjuna yang dikutip Sukarno dalam pidatonya di Munastek sebagai sinyal kepada Letkol Untung dan komplotannya untuk bergerak. Padahal, Sukarno sendiri menyatakan cuplikan percapakan itu ditujukan untuk memompa semangat para insinyur agar sadar akan peran dan tanggungjawabnya dalam kehidupan berbangsa.
“Maka aku sekarang berkata kepada para teknisi, kepada seluruh rakyat Indonesia, mari kita kerjakan kita punya tugas, tanpa menghitung-hitung apa yang nanti terjadi dengan kita,” ujar Sukarno dalam pidato itu, sebagaimana dimuat dalam buku Revolusi Belum Selesai: Kumpulan Pidato Presiden Soekarno 30 September 1965-Pelengkap Nawaksara yang dieditori Budi Setiyono dan Bonnie Triyana.
Menurut James Luhulima dalam Menyingkap Dua Hari Tergelap di Tahun 1965: Melihat Peristiwa G30S dari Perspektif Lain, keterangan Bambang hampir semua dibuat-buat untuk keamanan dirinya dan menjadikan Sukarno sebagai kambing hitam. Pernyataan Bambang itu disampaikannya di depan Kolonel CPM Soegiarjo dan AKBP Azwir Nawie dari Tim Pemeriksa Pusat (Teperpu) pada 3 Oktober 1970.
Hasil pemeriksaannya itu lalu muncul menjadi buku The Devious Dalang: Soekarno and So Called Untung Putsh, Eyewitness Report by Bambang S. Widjanarko yang ditulis Antonie Dake. Bambang kemudian juga membuat memoar. “Uniknya, di dalam bukunya yang berjudul Sewindu Dekat Bung Karno yang terbit pada tahun 1988, atau hampir 18 tahun sesudahnya, Kolonel KKO Bambang Widjanarko sama sekali tidak menyinggung tentang kesaksiannya yang memberatkan Presiden Soekarno yang diberikannya kepada Teperpu,” tulis Luhulima.
Kecuali Bambang, Maulwi, Mangil, dan komandan mereka Brigjen Sabur semua dipenjara tanpa pengadilan ketika Sukarno sudah turun dari kursi presiden. Resimen Tjakrabirawa sendiri dibubarkan Soeharto pada 1966. Maulwi sempat menelepon Bambang untuk bertemu guna mendapatkan penjelasan dari informasinya. Bambang menyanggupi. “Tapi sampai dia meninggal, dia nggak pernah mau bertemu saya,” ujar Maulwi kepada Historia.
(Historia - MF Mukthi)







Senin, 29 September 2014

CATATAN G.30 S VERSI PRANOTO

 

 Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
pejabat sementara
Menteri/Panglima Angkatan Darat 
Masa jabatan
1965 – 1965
Didahului oleh Ahmad Yani
Digantikan oleh Soeharto
Informasi pribadi
Lahir 1920-an
Bendera Belanda Hindia Belanda
Meninggal 2006
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Kebangsaan Indonesia
Profesi Tentara
Agama Islam

Didahului oleh:
Ahmad Yani
pejabat sementara
Kepala Staf TNI Angkatan Darat

1965
Diteruskan oleh:
Soeharto
CATATAN KRONOLOGIS SEKITAR PERISTIWA GERAKAN G.30 S/PKI

Di bawah ini adalah beberapa catatan ringkas dari saya, sekitar kejadian dan peristiwa baik yang saya alami maupun saya ketahui sekitar gerakan G.30S/PKI yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 1965. Singkatnya secara kronologis dan numerik dapat saya tuliskan disini sbb.:
Pertama, pada tanggal 1 oktober 1965 kurang lebih jam 06.00 pada saat saya sedang mandi, maka datanglah Brig.Jen Dr. Amino (Ka.Dep.Psychiatri RSGS Jakarta) yang dengan serta-merta memberitahukan tentang diculiknya Let.Jen. A.Yani beserta beberapa Jenderal lainnya oleh sepasukan bersenjata yang belum diketahuinya. Sesudah mandi, maka saya segera berangkat ke MBAD dengan mengenakan pakaian dinas lapangan.
Kedua, setibanya di MBAD dan setelah menampung beberapa berita dari beberapa sumber, maka oleh karena pada saat itu saya kebetulan sebagai Pati yang berpangkat tersenior, saya segera memprakarsai untuk mengadakan rapat darurat diantara para asisten Men./pangad atau wakilnya yang hadir pada saat itu di MBAD, yaitu para pejabat teras SUAD dari asisten Men.Pangad sampai asisten VII Men.Pangad termasuk Irjen P.U dan Pejabat Sekretariat.
Setelah menampung beberapa laporan dan keterangan dari sumber-sumber yang dapat dipercaya, maka rapat menyimpulkan: Secara positif bahwa Let. Jen. A.Yani beserta lima orang Jenderal lainnya telah diculik oleh sepasukan penculik yang pada saat itu belum dapat dikenal secara nyata.
Berikutnya, rapat memutuskan untuk menunjuk May.Jen Soeharto Pang.kostrad agar bersedia mengisi pimpinan AD yang terdapat vacuum. Melalui korier khusus, maka keputusan rapat kita sampaikan kepada May.Jen Soeharto di MAKOSTRAD.
 
Ketiga, pada hari itu juga tanggal 1 Oktober 1965 k.l jam: 09.00 saya menerima laporan dari MBAD yang mengatakan bahwa menurut siaran RRI saya ditunjuk oleh Presiden/Panglima tertinggi untuk menjabat sebagai carataker Men./Pangad. Oleh karena baru merupakan berita, maka saya tetap tinggal di Pos Komando MBAD untuk menunggu perintah lebih lanjut.
Keempat, bahwa pada hari itu juga tanggal: 1 Oktober 1965 sesudah saya menerima berita tentang penunjukkan saya untuk menjabat sebagai carataker Men./Pangad, maka berturut-turut datanglah utusan-utusan dari Presiden/Panglima Tertinggi yaitu:
1. Let.Kol.Inf. Ali Ebram, Kasi I Staf Resimen Cakrabirawa yang datang k.l jam: 09.30
2. Brig.Jen. TNI Soetardio, Jaksa Agung, bersama Brig.Jen. Soenarjo, Ka.Reserse Pusat Kejaksaan Agung yang datang bersama pada jam: 10.00 (k.l)
3. Kolonel Bambang Wijarnako, Ajudan Presiden/Pangti yang datang sekitar j am: 12.00.
Oleh karena saya sudah terlanjur masuk dalam hubungan komando taktis dibawah May.Jen. Soeharto (vide titik 2 di atas), maka saya tidak dapat secara langsung menghadap dengan tanpa seidzin May.Jen. Soeharto sebagai pengganti Pimpinan AD saat itu.
Atas dasar panggilan dari utusan-utusan tersebut di atas, sayapun berusaha mendapatkan idzin dari May.Jen Soeharto. Akan tetapi May.Jen Soeharto selalu melarangnya saya untuk menghadap Presiden/Pangti dengan alasan bahwa dia (May.Jen. Soeharto) tidak berani[/i] mereskir[/i] (menjamin,ed) kemungkinan tambahnya Jenderal lagi apabila dalam keadaan yang sekalut itu saya pergi menghadap Presiden. Saya tetap menaati perintahnya untuk tinggal di MBAD.
Kelima, pada malam hari berikutnya, yaitu pada tanggal 1 Oktober 1965 k.l. jam: 19.00 saya dipanggil rapat oleh Jenderal Nasution, KSAB di Markas KOSTRAD untuk menghadiri rapat.
 
Kecuali Jenderal Nasution yang hadir, juga dihadiri oleh May.Jen Soeharto, May.Jen Moersyid, May.Jen Satari dan Brig.Jen Oemar Wirahadikusumah.
Jenderal Nasution secara resmi menjelaskan, bahwa saya mulai ini hari ditunjuk oleh Presiden/Pangti untuk menjabat sebagai carataker Men./Pangad, yang selanjutnya menanyakan kepada saya bagaimana pendapat saya secara pribadi.
Saya menjawab, bahwa sampai saat itu saya sendiri belumlah menerima pengangkatan secara resmi secara hitam di atas putih. Maka saya berpendapat agar sementara waktu belum dikeluarkannya pengangkatan resmi (tertulis) dari Presiden/Pangti entah nantinya kepada siapa di antara kita, lebih baik kita menaruh perhatian kita dalam usaha menertibkan kembali keadaan yang darurat pada saat itu yang ditangani langsung oleh Pang.Kostrad (May.Jen Soeharto) yang juga kita percayakan untuk sementara menggantikan pimpinan AD.
Akan tetapi mengingat pada saat itu suara dan kesan dari media massa yang memuat berita-berita adanya usaha untuk menentang keputusan Presiden/Pangti tentang penunjukkan saya sebagai carataker Men./Pangad. Maka oleh Jenderal Nasution saya diminta agar pada tanggal 2 Oktober 1965 pagi mengadakan wawancara pers yang direncanakan di Senayan. Saya bersedia.
Keenam, tanggal 2 Oktober 1965, menjelang waktu saya akan mengadakan wawancara pers, maka tiba-tiba May.Jen Soeharto dan saya mendapatkan panggilan dari Presiden/Pangti yang pada saat itu sudah meninggalkan pangkalan udara Halim Perdana Kusumah dan menempati kembali di Istana Bogor. Oleh karena itu, maka wawancara pers saya tunda waktunya.
May.Jen Soeharto bersama saya dan Brig.Jen Soedirgo (Dan Pomad) segera berangkat menghadap Presiden/Pangti di istana Bogor. Di istana Bogor diadakan rapat di mana hadir pula Bpk. Leimena, Bpk. Chaerul Saleh, Martadinata, Omardani, Cipto Yudodiharjo, Moersyid, M.Yusuf, dan beberapa menteri lagi.
Keputusan rapat: Presiden/Pangti memutuskan, bahwa pimpinan AD langsung dipegang oleh Pangti, sedangkan May.Jen Soeharto diperintahkan untuk menjalani tugas operasi militer, kemudian kepada saya ditugaskan sebagai carataker Men./Pangad dalam urusan sehari-hari (Daily Duty).
Ketujuh, tanggal 14 Oktober 1965, setelah melalui macam-macam proses kejadian, maka May.Jen Soeharto diangkat menjadi kepala staf AD dengan membentuk susunan stafnya yang baru. Kedudukan saya menjadi Pati diperbantukan kepada KASAD.
Kedelapan, tanggal 16 Februari 1966 atas perintah KASAD May.Jen Soeharto saya ditahan di Blok P Kebayoran Baru Jakarta dengan tuduhan terlibat dalam G.30-S/PKI, dengan surat perintah penangkapan/penahanan No.37/2/1966, tanggal 16 Februari 1966.
Kesembilan, dengan perubahan status penahanan dari Ketua Team Pemeriksa Pusat, tersebut dalam surat Perintahnya No.Print. 018/TP/3/1966 saya mendapatkan perobahan penahanan rumah mulai pada tanggal 7 Maret 1966.
Kesepuluh, dengan Surat Perintah Penangkapan/Penahanan No.Print. 212/TP /1/1969, tanggal 4 Maret 1969 saya kembali ditahan di Inrehab NIRBAYA Jakarta yang tetap dalam tuduhan yang sama.
Kesebelas, dengan Surat Keputusan Menteri HANKAM/Panglima ABRI yang tersebut dalam Surat Keputusan No. Kep./E/645/1I/1970, tanggal 20 November 1970, yang ditanda tangani oleh Jenderal M. Panggabean, saya mulai dikenakan skorsing dalam status saya sebagai anggota AD, yang berikutnya pada bulan Januari 1970 saya sudah tidak menerima gaji skorsing dan hak penerimaan lainnya lagi. Sedangkan Surat Pemberhentian ataupun Pemecatan secara resmi dan keanggotaan AD ini pun sampai sekarang belum/ tidak pernah saya terima.
Keduabelas, atas dasar Surat Keputusan dari Panglima KOPKAMTIB yang tersebut dalam surat No.SKEP /04/KOPKAM/I/1981, maka dalan pelaksanaannya oleh KA. TEPERPU tersebut dalam Surat Perintahnya No. SPRIN,-481/1I/1981 TEPERPU, saya baru dibebaskan dari tahanan pada tanggal16 Februari 1981.
Jadi kalau saya perhatikan tanggal, bulan dan tahun mulai dan berakhirnya saya mengalami penahanan adalah selama waktu 15 (limabelas) tahun, tanpa kurang atau pun lebih, yaitu dari tanggal 16 Februari 1966 sampai pada tanggal 16 Februari 1981.
Ketigabelas, selama waktu saya ditahan, sepanjang waktu limabelas tahun itu, saya merasa belum pernah mengalami pemeriksaan melalui proses dan pembuatan berita acara yang resmi. Saya hanya menjalani interogasi secara lisan, yang di lakukan oleh Tim Pemeriksa dari TEPERPU pada tahun 1970. Sesudah itu saya tidak pernah diinterogasi lagi, sampai saatnya saya dibebaskan pada 16 Februari 1981.
Keempatbelas, untuk waktu berikutnya, maka apa, di mana, dan bagaimana yang dapat saya perbuat/lakukan sebagai seorang yang tanpa berstatus, polos selagi telanjang tanpa hak milik materi barang sedikit pun yang bernilai, yang memungkinkan untuk melanjutkan amal- kebaktian saya pada Tanah Air dan Bangsa, yang pernah saya rintiskan dalam turut serta mulai Perang Kemerdekaan 1945 yang tanpa absen itu? Segala penjuru lapangan kerja tertutup untuk kehadiranku, justru aku dipandang sebagai orang yang beratribut bekas tahanan G.30-S /PKI, bahkan mungkin menurut persepsi mereka, saya ini sebagai “dedengkot” nya G.30-S/PKI dari segala aspek.
Saya harus berani menelan pil, yang sepahit ini, dan harus pula berani membaca kenyataan dalam hidup dan penghidupan saya yang telah menjadi suratan dan takdir llahi kepada saya sebagai umatnya. Manusia tak kuasa mengelak dari segala apa, yang telah dikehendakkan-Nya dan digariskan-Nya, justru DIA -lah sebagai SANG MAHA DALANG, yang memperagakan umatnya sebagai anak wayang di pentas pakeliran kehidupan dunia ini.
Saya harus mengetahui diri, ditempat, di saat dan dalam keadaan apa dan bagaimana saya ini. Saya harus dapat menguasai dan membunuh waktu, betapapun kegiatan saya sehari hari itu saya utamakan lebih dahulu demi kepentingan rumah tangga dan keluarga yang masih tersisa di rumah.
Terus terang saja kalau saya merasa malas dan enggan untuk berkunjung dan berkomunikasi dengan bekas rekan perjuangan, teman atau pun kenalan yang dahulunya saya anggap dekat/ akrab. Justru bagi mereka, yang tidak mengetahui ujung-pangkal dalam duduk perkara, saya tiada setapak pun mau maju mendekat dan bertatap muka secara hati ke hati. Kebanyakan lalu pergi menyelinap dan menghindar, yang mungkin ada merasa takut disorot, yang akibatnya dapat merugikan diri.
Namun tidak sedikit pula, bekas rekan-rekan seperjuangan dan teman/kenalan, yang masih mau berkunjung ke rumah saya, sungguh pun tempat tinggal saya sekarang ini di pinggiran kota, yang sebagian perjalanannya harus ditempuh dengan jalan kaki. Di antaranya saya merasa terkesan dengan kunjungan Letjen(P) Soedirman anggota Dewan Pertimbangan Agung, yang pada suatu malam buta berkenan meluangkan kakinya, untuk mengunjungi saya di rumah Kramatjati yang sesempit itu.
Saat pertama bersua kembali dengan saya, sedikitpun saya tidak melihat adanya perubahan wajah, sebagaimana wajah cerah amikal selagi sikapnya yang brotherly/fatherly, sebagaimana yang mula-mula saya mengenal beliau sebagai rekan Komandan Resimen yang tersenior. Beliau mengutamakan rasa kemanusiaannya dari pada rasa sebagai perwira tingginya. Beliau terkenal rajin berkunjung kepada keluarga anak buah, yang suaminya sedang mengalami penahanan, atau pun yang ditinggal bertugas operasi oleh suaminya. Beliau pun tidak ada rasa ragu mengunjungi bekas bawahannya yang berada dalam tahanan. Toleransi terhadap penderitaan teman atau pun anak buah bagi beliau tidak pernah menutup mata dan telinga, lepas dari persoalan atau pun perkara, yang sedang mereka pertanggung-jawabkan masing-masing.
Sikap yang layak terpuji dan dihargai oleh khalayak orang timur, kalau orang itu dapat berteladan pada panutan sikap dan sifat, sebagaimana yang dimiliki Letjen(P) Soedirman itu. Maka kunjungan yang semacam itulah yang selalu dapat membasahi, ibarat embun yang menyiram hati saya.
Jakarta, 1 April 1989
Pembuat catatan kronologis,
Ttd.
Pranoto Reksosamodra.
Sumber dari buku : Memoar Mayor Jendral Raden Pranoto Reksosamodra.
BAGIAN KE ENAMBELAS
Halaman 245 sampai dengan 255, ip
Penerbit Syarikat Indonesia. ISBN 979-96819-3-6

DITAHAN 15 TAHUN TANPA DIADILI

Dua pasukan tentara itu saling menodongkan senjata di muka sebuah rumah di Jl Taman Kimia nomor 3 Jakarta Pusat. Peleton Corps Polisi Militer (CPM) di sisi luar dan regu pengawal di dalam halaman rumah. Keduanya sudah dalam posisi siap tembak.

Mayor Jenderal Pranoto Reksosamodra keluar dari rumah. Dia melerai dua pasukan yang nyaris saling tembak di muka rumahnya.

Pranoto meminta komandan regu pengawalnya mundur. "Jangan ada sebutir peluru pun meletus!" teriaknya.

Pranoto lalu memanggil komandan peleton polisi militer. Dia marah. Merasa tersinggung dijemput seperti penjahat seperti itu. Pranoto tahu mereka diperintahkan Menteri/Panglima Angkatan Darat Mayjen Soeharto untuk menangkapnya setelah geger 30 September 1965.

"Aku bukan babi hutan atau harimau liar yang masuk kota. Bubarkan peletonmu itu dan aku akan berangkat tepat di tempat mana dan di saat kapan sesuai surat perintah Men/Pangad ini, dengan tanpa kalian kawal, barang seorang pun," tegas Pranoto.

Komandan polisi militer menurut. Dia dan pasukannya meninggalkan rumah Pranoto dengan bus militer.

16 Februari 1966, itulah episode awal penahanan Jenderal Pranoto. Perwira tinggi asal Bagelen, Purworejo ini kemudian menepati janjinya untuk datang sendiri ke tahanan polisi militer di komplek CPM Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pranoto mengingat di tahanan itu ada seorang perwira tinggi Angkatan Udara Sri Mulyono Herlambang. Ada juga Bung Tomo, tokoh 10 November 1945.
{content-split}

Dalam interograsi awal oleh CPM, Pranoto tak terbukti terlibat G30S. Dia kemudian dipulangkan tanggal 7 Maret 1966 dan statusnya diubah menjadi tahanan rumah.

Dua tahun Pranoto menjadi tahanan rumah, dia merasa masalah ini sudah beres. Tiba-tiba 4 Maret 1969 Pranoto kembali ditahan di Inrehab Nirbaya. Pemeriksaan yang dilakukan hanya sebatas tanya jawab soal peristiwa G30S. Tak sekalipun dia dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP), apalagi dibawa ke pengadilan.

Tahun 1970 hingga 1975, Pranoto masih menerima gaji skorsing. Nilainya tak lebih dari Rp 7.500. Setelah tahun 1975, tak ada lagi uang seperser pun untuk jenderal bintang dua ini.

Pranoto menolak dituding terlibat G30S. Dia membeberkan bukti-bukti kepada tim pemeriksa pusat tak terlibat gerakan penculikan para jenderal tersebut. Dia berharap bisa menjelaskan secara utuh dan dibawa ke pengadilan untuk menepis tudingan tersebut.

Tapi Pranoto tak pernah diberi kesempatan membela diri. Dia menjalani penahanan di Inrehab Nirbaya dan Rumah Tahanan Militer Boedi Utomo. Pranoto baru bebas tahun 1981, tepat setelah 15 tahun ditahan tanpa proses pengadilan.
Pranoto merintis karir dari PETA, kemudian komandan Batalyon TNI, komandan resimen, hingga akhirnya menjabat asisten personalia Menteri Panglima Angkatan Darat. Dia tak pernah absen dalam perang mempertahankan kemerdekaan dan menumpas berbagai pemberontakan.
{content-split}

Saat Ahmad Yani diculik gerombolan Untung, Pranotolah yang ditunjuk Soekarno untuk menjadi pelaksana harian Angkatan Darat. Bukan Soeharto.

Kisah Pranoto menjadi menarik karena Soeharto rupanya menyimpan dendam pada mantan koleganya ini. Pranoto pernah membantu Tim AD membongkar kasus korupsi saat Soeharto menjadi panglima di Jawa Tengah.

Pranoto tak pernah dibawa ke persidangan. Dia mencatat seluruh pengalamannya selama ditahan dalam buku harian. Setelah puluhan tahun disimpan rapat keluarga, kini catatan itu disunting Imelda Bachtiar dan diterbitkan Kompas tahun 2014 dengan judul Catatan Jenderal Pranoto dari RTM Boedi Oetomo sampai Nirbaya.

Sebelumnya sebenarnya catatan Pranoto sudah diterbitkan secara terbatas tahun 2002.

"Saat pertama kali membacanya, tulisan Pak Pran jauh dari kesan amarah atau dendam. Catatan pribadinya banyak menggunakan falsafah Jawa. Banyak sisi hidup Pak Pran yang menarik," kata Imelda Bachtiar saat berbincang dengan merdeka.com pekan lalu.
{content-split}

Kisah Pranoto ini melengkapi teka-teki potongan misteri G30S yang tak pernah terungkap sempurna.

"Tulisanku ini bukanlah bermaksud menggugat suatu balas budi dari pihak yang berwenang atas sumbangsihku dalam pengabdian pada nusa dan bangsaku. Namun, kesemuanya ini merupakan goresan tuntutan bela diri. Aku menuntut rasa keadilan atas asas-asas Pancasila sebagai falsafah kehidupan bangsa dan negara kita, Indonesia tercinta ini."

Pranoto mungkin bukan putih tanpa cela. Tapi dia juga tak sehitam apa yang dituduhkan Soeharto.

Sejarawan Asvi Warman Adam menilai Pranoto terlempar dari puncak karirnya sebagai jenderal bintang dua dan kemudian menjadi pesakitan politik yang tidak jelas kesalahannya.

"Nama baik Pranoto perlu dipulihkan," tulis Asvi./MERDEKA.COM.



 Mayjen Pranoto di antara Soekarno dan Ahmad Yani

Mayor Jenderal Pranoto Reksosamodra (1920an - 2006) adalah seorang tokoh militer Indonesia yang pernah menjadi Pangdam Diponegoro menggantikan Kolonel Soeharto. Pada Masa Men/Pangad Letnan Jenderal Ahmad Yani ia menjadi Asisten III bidang Personalia.
Karena Letnan Jenderal Ahmad Yani terbunuh pada peristiwa G30S maka dia ditunjuk oleh Presiden Soekarno untuk menjadi pejabat sementara Men/Pangad menggantikan Ahmad Yani dengan nama jabatan sebagai Petugas Urusan Harian Angkatan Darat.[1] Ia meninggal pada tahun 2006.


Dituduh gembong PKI oleh Soeharto, ini jawaban Jenderal Pranoto


 Dituduh gembong PKI oleh Soeharto, ini jawaban Jenderal Pranoto


Merdeka.com - Mayor Jenderal Pranoto Reksosamodra menjalani 15 tahun dalam tahanan Orde Baru. Dari tahanan sementara di Komplek Polisi Militer Kebayoran Baru, Nirbaya hingga Rumat Tahanan Militer Boedi Oetomo. Dia tak pernah dihadirkan ke pengadilan.

Soeharto menangkap Pranoto dengan tuduhan gembong PKI dan terlibat G30S. Namun selama dalam tahanan, Pranoto tak pernah diperiksa resmi. Dia hanya diwawancara oleh pemeriksa dari Team Pemeriksa Pusat (Teperpu).

Satu hal yang dituduhkan, Pranoto disebut berada di Halim untuk merencanakan peristiwa G30S pada tanggal 30 September 1965 malam. Setelah itu menjelang Fajar terbang ke Yogyakarta dengan pimpinan PKI Aidit dengan pesawat AURI.


Pranoto menepis tuduhan itu. Perwira tinggi AD ini mengaku tanggal 30 September dari sore hingga malam dia dan keluarganya menghadiri acara orkes simfoni Angkatan Darat di Cililitan.

Setelah itu dia pulang ke rumah dan ada tamu bernama Letkol Gunung. Baru ngobrol sebentar, datang tiga perwira menjemputnya ke Pasar Senen untuk meninjau sapi-sapi yang akan digunakan untuk kepentingan parade HUT ABRI tanggal 5 Oktober 1965.

Dia baru kembali pukul 01.00 WIB ke rumah dan tidur pukul 02.00 WIB. Pranoto meminta Teperpu menanyakan pada saksi penjaga rumah yang memegang kunci apakah setelah itu dia pergi ke luar rumah lagi.

Pranoto pun mengaku tak mungkin dirinya berangkat ke Yogya naik pesawat AURI pada dini hari. Buktinya pada pukul 06.00 WIB tanggal 1 Oktober 1965, sudah datang Kepala Departemen Psikiatri RSPAD Brigjen Amino ke rumahnya. Amino datang untuk melaporkan ada tentara yang menculik jenderal Ahmad Yani dan para pejabat teras Angkatan Darat.

Tak berapa lama kemudian, datang Brigjen Soedjono dan Kolonel CPM Hertasning ke rumah Pranoto.

"Sudilah kiranya pemeriksa juga mendengarkan keterangan-keterangan dari para saksi tersebut. Di samping itu pula saya mengharapkan dikonfrontir dengan orang-orang yang pernah memberikan keterangan yang saya anggap fitnah atau palsu itu," tegas Pranoto dalam catatan hariannya.

Catatan harian itu kemudian disunting Imelda Bachtiar dan diterbitkan Kompas tahun 2014 dengan judul Catatan Jenderal Pranoto Reksosamodra dari RTM Boedi Oetomo sampai Nirbaya.

Sejarawan Asvi Warman Adam menilai catatan Jenderal Pranoto yang sempat terkubur puluhan tahun ini bisa melengkapi misteri soal Pusaran G30S. Menjelaskan peran Pranoto yang selama ini berada di ranah hitam tanpa ada sedikit pun kesempatan membela diri.

Pranoto mungkin tak seputih kertas. Tapi dia tak sehitam jelaga yang dituduhkan Orde Baru.

"Abu-abu, itulah yang paling tepat," kata Asvi saat berbincang dengan merdeka.com.

Tudingan soal kehadiran Pranoto di Halim bukan satu-satunya. Berikut pertanyaan Tim Pemeriksa dan jawaban Pranoto yang dilakukan di Nirbaya dan RTM Boedi Oetomo antara 1969 sampai 1970:

 Dituduh gembong PKI oleh Soeharto, ini jawaban Jenderal Pranoto

1.
Dipertemukan dengan orang AURI

Merdeka.com - Tim pemeriksa belum puas dengan keterangan Mayjen Pranoto soal bantahannya berada di Halim tanggal 30 September hingga 1 Oktober 1965. Maka tim pemeriksa memanggil dua saksi dari Angkatan Udara (AURI) yang mengaku melihat Pranoto di Halim kemudian terbang ke Yogyakarta bersama Audit.

Cara pemeriksaannya, Pranoto diminta duduk pada sebuah kursi. Kemudian dua pemeriksa yang tingginya hampir sama duduk di sebelah Pranoto. Mereka bertiga dipesan tak boleh bicara apapun kalau tak ditanya penyidik.

Setelah itu dua orang AURI itu disuruh masuk. Mereka adalah Mayor Udara Suyono dan Sersan Suwandi.

"Coba sekarang, yang manakah Jenderal Pranoto yang pernah bersama Aidit dalam jeep yang saudara kemudikan sendiri?" kata Kolonel Tahir, kepala pemeriksa.

Mayor Sujono yang menjawab. "Saya kira tidak ada di antara ketiga orang ini. Orang yang dikatakan sebagai Jenderal Pranoto itu berambut keriting dan lagi lebih gemuk tubuhnya. Tidak sejangkung seperti ketiga saudara ini."

Keterangan Sersan Suwandi pun sama. Kemudian terungkap yang disangka Jenderal Pranoto di Halim sebenarnya adalah ajudan Aidit yang bernama Kusno.

2.
Penempatan Letkol Untung di Tjakrabirawa
 

Dituduh gembong PKI oleh Soeharto, ini jawaban Jenderal Pranoto

Merdeka.com - Team Teperpu menanyakan pada Pranoto benarkah dia sengaja menaruh Letkol Untung sebagai Komandan Batalyon Cakrabirawa dan Kolonel Latief sebagai Komandan Brigade Kodam V/Jaya. Kedua orang ini adalah aktor militer gerakan G30S.

Pranoto saat itu memang menjabat Asisten III/Men pangad bidang personalia.

Pranoto mengaku bukan dia secara pribadi yang mengangkat para perwira tersebut. Seperti biasa ada rapat dengan Mayjen Soeprapto, Mayjen S Parman, dan beberapa perwira lain sebelum akhirnya Pranoto yang menandatangani surat pengangkatan tersebut.

Untuk Letkol Untung, Pranoto menyebut itu keputusan Mayjen Ahmad Yani saat Komandan Tjakrabirawa Brigjen Sabur dan wakilnya Kolonel Saelan menghadap. Saat itu Pangkostrad Mayjen Soeharto juga meminta Letkol Untung bertugas di Kostrad.

Akhirnya Yani menugaskan Untung di Tjakrabirawa untuk menghormati jasa-jasanya saat bertugas di Irian Barat.




3.
3. Kenal Pono tokoh PKI dan pertemuan dengan Sjam
 

 Dituduh gembong PKI oleh Soeharto, ini jawaban Jenderal Pranoto
 Merdeka.com - Team Teperpu menanyakan pada Pranoto benarkah kenal tokoh PKI bernama Pono dan apakah pernah bertemu dengan Sjam dan Aidit.

Pranoto membenarkan mengenal Pono sejak menjadi Panglima di Jawa Tengah. Perkenalannya biasa saja. Pranoto mengaku tugas seorang Panglima di Daerah untuk bergaul dengan politisi dari aliran mana pun.

Dia mengaku temannya juga banyak yang berasal dari Partai Nasional Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah hingga golongan Katolik.

"Janganlah dianggap saya mencari kenalan orang PKI. Dia duluan yang datang ke rumah saya," kata Pranoto.

Mengenai pertemuan dengan Sjam dan Aidit, Pranoto berkilah hal itu dilakukan dalam rangka tugasnya sebagai panitia pawai Angkatan Darat tanggal 5 Oktober. Pawai itu juga menampilkan golongan Agama, Nasionalis dan Komunis.

Ternyata golongan komunis mogok tak ikut pawai. Padahal draft rencna pawai sudah disetujui oleh Ahmad Yani dan Presiden Soekarno.

Pranoto pun mengontak Pono yang kemudian mengantarnya menemui Sjam. Di sanalah pertama kali Pranoto bertemu Aidit. Pranoto menegur Aidit soal massa PKI yang membatalkan sepihak hadir dalam pawai itu. Aidit beralasan massa PKI tak bisa ikut pawai karena harus mempertajam kewaspadaan.

Pranoto enggan memperpanjang pembicaraan. Dia meninggalkan rumah tersebut. Dia mengaku inilah pertama dan terakhir dia menemui Aidit.

4.
Tudingan Pranoto makan uang rampasan PRRI
 Dituduh gembong PKI oleh Soeharto, ini jawaban Jenderal Pranoto

Merdeka.com - Perseteruan Pranoto dan Soeharto dimulai saat penyelewengan dana yang dilakukan Soeharto di Jawa Tengah terungkap. Kolonel Soeharto sempat meminta pensiun karena malu. Saat itu Pranoto yang memberikan fasilitas bagi tim pemeriksa Angkatan Darat untuk bergerak di Jawa Tengah.

Saat angin politik pasca 1965 berbalik, Soeharto menangkap Pranoto. Salah satu tuduhan yang dialamatkan pada Pranoto soal penyelewengan uang rampasan perang PRRI yang jumlahnya ratusan juta saat itu.

"Sampai saat terakhir saya bertugas di Sumatera Barat, uang rampasan itu masih tetap berada di bagian keuangan Komando Operasi 17 Agustus. Sebagian telah saya perintahkan untuk pembiayaan RRI Padang, Rumah Sakit Umum Padang, Taman Makam Pahlawan Padang. Selain itu untuk membantu pembangunan Masjid Raya Padang serta Gedung Universitas Andalas."

"Andaikata ada sebagian uang itu yang masuk ke kantong saya sendiri, pastilah akan diketahui pula adanya harta kekayaan saya, entah yang berupa tanah atau rumah atau simpanan di bank. Andaikata itu ada, maka saya ingin mewakafkan harta kekayaan itu kepada para yatim piatu atau lebih untuk saudara pemeriksa sendiri," sindir Pranoto pada petugas pemeriksanya.

5.
Pengerahan pemuda rakyat untuk menumpas PRRI
 Dituduh gembong PKI oleh Soeharto, ini jawaban Jenderal Pranoto

Merdeka.com - Tim pemeriksa menanyakan kebijakan Pranoto saat menumpas Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatera Barat. Saat itu Pranoto diduga merekrut unsur-unsur dari Pemuda Rakyat untuk memerangi PRRI. Pemuda Rakyat adalah organisasi underbouw PKI.

Pranoto membenarkan peristiwa itu. Namun dia membantah hanya merekrut Pemuda Rakyat. Ada juga dari Pemuda Marhaen, dan unsur-unsur anti-PRRI lain.

"Kebijakan dalam operasi teritorial ini telah berjalan semenjak almarhum Jenderal Ahmad Yani waktu itu masih berpangkat kolonel, menjabat Panglima Operasi 17 Agustus yang pertama. Saya sebagai pengganti beliau melanjutkan kebijakan beliau, lagipula hal itu sudah diketahui oleh Kasad Jenderal AH Nasution sendiri," kata Pranoto.

Pranoto membantah tudingan kedua dimana dia dituduh merekrut anggota pemuda rakyat untuk masuk TNI. Menurut Pranoto saat di Sumatera Barat dia hanya bertugas memimpin operasi tempur. Dia tak punya kewenangan untuk merekrut prajurit.






















Selasa, 23 September 2014

MENGENAL NAMA BATU MULIA / AKIK

dari koleksi berbagai sumber 

Ini ada 5 (lima) batu tercantik dunia sebagai bagian dari alam, manusia seperti makhluk hidup - makhluk hidup lain memanfaatkan apa yang tersedia di alam. Mulai dari kebutuhan primer seperti makan dan minum hingga keinginan untuk mempercantik diri, manusia mengolah sumber daya alam di sekitarnya.
Untuk mempercantik diri manusia memproduksi benda-benda alam untuk dimakan atau diminum, dibalurkan ke tubuh, atau juga sekadar untuk dikenakan. Selain pakaian, hal lain yang dikenakan oleh manusia untuk membuat dirinya terlihat indah adalah batu-batu yang dibuat jadi perhiasan.
Seiring dengan berkembangnya kebudayaan yang membentuk nilai-nilai sosial, batu-batu aksesoris itu mendapat fungsi-fungsi lainnya, misalnya simbol wibawa dan kekuasaan. Agar dapat menjadi aksesoris yang lazim dikenakan manusia, batu-batu itu dibentuk terlebih dahulu.
Harga jual dari batu-batu kristal itu bergantung pada beberapa hal, seperti kelangkaan, kejernihan, dan lain sebagainya. Ada berbagai jenis batu yang ada di dunia. Di antaranya adalah batu akik, batu kecubung atau amethyst, batu zamrud arau emerald, batu giok atau nephrite jade, dan batu intan atau diamond.
Selain batu-batu itu, masih ada jenis-jenis batu lain yang tak kalah cantik. Berikut ini adalah 5 batu cantik di dunia, seperti dirangkum Selasa (23/9/2014)

Topaz

Topaz (topas) hadir dalam berbagai warna, seperti Topaz Oranye, Topaz Biru, Topaz Kuning, dan yang sangat jarang adalah Topaz Pink. Namun Topaz yang benar-benar murni justru adalah Topaz yang bening tanpa warna. Batu Topaz dapat ditemukan di Afganistan, Srilanka, Meksiko, Amerika, dan lain sebagainya.

Turquoise

Batu Turquoise (turkuaz)memiliki warna biru atau hijau yang cantik. Nama `Turqoise` berasal dari bahasa Prancis yang berarti `Turkish`. Dinamakan seperti itu karena batu ini pertama kali dibawa ke Eropa dari Turki. Batu ini sudah sejak lama digunakan dalam berbagai peradaban untuk mendandani para pembesar. Beberapa peradaban itu adalah peradaban Mesir kuno, peradaban Persia, dan meso-Amerika.

Sapphire

Batu cantik ini umumnya memiliki warna biru yang dalam. Varian lain dari Sapphire (safir) adalah yang tak berwarna, semu abu-abu atau hitam, kuning, hijau, dan lainnya. Varian lain yang memiliki motif seperti bintang di badan batu disebut dengan Star Sapphire. Beberapa jenis Sapphire juga dapat tampak berubah warna bila terkena cahaya. Jumlah Sapphire yang cukup banyak bisa ditemukan di Thailand, Srilanka, Tiongkok, Madagaskar, dan lain sebagainya.

Ruby

Dengan warna merah dalam, batu Ruby (rubi) masih satu keluarga dengan batu Saphhire (safir). Nama `Ruby` diambil dari bahasa latin `Ruber` yang berarti `Merah`. Tingkatan warna merah dari batu Ruby merupakan salah satu faktor dominan dalam menentukan harganya. Ruby yang dinilai memiliki warna merah sangat jelas disebut dengan Blood-red. Myanmar adalah negara yang sejak dulu dikenal sebagai sumber utama batu ini.

Meteorite

Batu yang satu ini menjadi spesial karena asalnya yang tidak dari Bumi, melainkan dari outerspace (luar angkasa). Meteorite atau batu meteor adalah bagian dari asteroid atau komet yang berhasil bertahan melewati atmosfer bumi. Ukuran batu meteor ini bervariasi dari yang kecil hingga besar. Sebagian orang menganggap batu ini punya kekuatan supra-natural.


 

Dibawah ini Batuan yang biasa dipakai orang Indonesia saat ini 

Batu Garut

Garut ijo

 

 

 

 

 

 

 

 

  Garut Pandan nanas 

 

 Batu Pandan Nanas "Rasa Madu"

 images has been deleted

Garut sulaiman berakar

 

 

 Giog

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 Pirus

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 Blue Safir

 

 

Add caption

 

 

 

 

 

 

Blue Saphire - White Gold Ring

 

 


Blue Safir Ceylon

 

 

 

 

 

Cara Sederhana Menguji Keaslian Batu Safir dan Ruby

Pada dasarnya untuk mengetahui keaslian batu safir dan Ruby sangatlah mudah, karena batu permata jenis ini memiliki serat-serat yang khas seperti tampak pada gambar di atas. Namun demikian kadangkala ada batu safir atau batu ruby yang serat-seratnya tidak tampak.
nah untuk batu permata safir atau ruby yang seratnya tidak tampak ada kemungkinan batu tersebut adalah sintetis, ciri safir sintetis akan terlihat gelembung udara jika dilihat dengan loupe atau kaca pembesar.
Untuk menguji keaslian safir atau Ruby dapat juga menggunakan alat elektronik, perlu diketahui bahwa alat elektronik bekerja berdasarkan suhu jadi bukan kekerasannya.
Batu permata safir dapat di test dengan alat yang dinamakan Presidium Gem Tester.
presidium gem teste gemologi
Presidium ini sangat akurat untuk menguji keaslian batu permata safir dan ruby serta berlian, namun untuk batu2 yang lain hanya sebagai petunjuk awal, harga alat ini hanya Rp. 3.750.000,- . Perlu diketahui juga bahwa alat alat ini tidak bisa membedakan batu Natural (terbuat secara alami) dengan batu yang dibuat di laboratorium (Sintetis).
Diamond Selector II
diamond selector
Alat ini fungsi dasarnya adalah untuk test keaslian berlian, namun dapat juga digunakan sebagai alat test ruby dan Safir, hanya distel bautnya dan di Kalibrasi, harganya sangat murah hanya 300 ribu rupiah.

“DIAMONDNITE” ALAT TEST BERLIAN YANG AKURAT


diamondnite_tester
Diamondnite adalah alat test keaslian berlian, cara penggunaannya sangat sederhana. Tempelkan Jarum alat ini ke Permata, Jika Lampu Indikator Diamond Menyala dan berbunyi maka permata yang kita uji berlian asli. Alat ini mampu membedakan berlian dan Moissanite.
Buatan Amerika jadi lebih awet dan akurat, bekerja dengan baterai 9 Volt.
Harga 3 Juta.

Disamping Diamondnite di atas ada alat alat yang sejenis antara lain.

dual tester

Dual Tester Harga 3,7 Juta.

Bacan Doko

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Bacan Putih

 

 

 

 

 

 

Kecubung Ungu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Panca Warna

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Merah Delima / Ruby

 

Ciri Ciri Batu Ruby Asli Dari Fisiknya

 

Ruby merupakan salah satu batu mulia yang paling populer di Indonesia, kepopuleran ini membuat banyak orang berusaha membuat imitasinya. Berikut adalah ciri ciri batu ruby asli dari bentuk fisiknya dan tekstur batu tersebut.
Kekerasan
Batu ruby asli memiliki bentuk dan sangat keras, bahkan baja pun tidak dapat membuat gores batu permata ruby ini.
Komposisi Kimia
Rubi memiliki kekerasan 9,0 skala Mohs dalam skala kekerasan mineral karena mereka sebenarnya merupakan permata yang dibentuk dari korundum mineral. Korundum adalah bentuk kristal aluminium oksida, yang merupakan salah satu mineral yang paling tahan lama di bumi. Korundum juga memproduksi safir. Rumus kimia untuk ruby adalah Al2O3, gravitasi spesifik 3,9-4,1, dan indeks bias 1,76-1,77.
Ciri Ciri Fisik Batu Ruby
Salah satu cara mudah yang dilakukan banyak ilmuan dalam meneliti keaslian suatu ruby adalah serat yang terkandung dalam batu tersebut. Batu yang asli memiliki bentuk ketidaksempurnaan pada bentuknya, yang mana didalamnya terdapat serat yang membuat batu ini tidak terlalu jernih. Walaupun ruby yang natural banyak dijual di pasaran, namun saat ini telah ditemukan teknologi untuk menghilangkan serat yang membuat ruby tidak bening.
Warna Ruby
Warna Ruby umumnya adalah berwarna merah, namun ruby juga memiliki warna sekunder seperti oranye, ungu, violet dan merah muda. Bahkan di Indonesia sendiri batu ini dikenal dengan batu merah delima karena warna merah yang jadi khasnya.
Pantulan Sinar
Ciri ciri batu ruby asli juga dapat diamati dengan pantulan sinar cahaya yang melewatinya. Sinar yang dipantulkan terkadang dapat membentuk three-ray dan six-point star (berbentuk bintang) yang disebabkan oleh bentuk alami dari ruby yang memiliki serat serat didalamnya.

Ciri Ciri Batu Ruby Asli Yang Mudah

Ciri ciri batu ruby asli yang mudah dilihat oleh anda pecinta batu mulia agar tidak mudah tertipu antara lain adalah melihat tekstur batu tersebut. Selain itu dari sisi harga batu ini juga memiliki harga yang cukup tinggi bahkan lebih tinggi dari batu akik. Jika harga batu dijual miring sudah pasti batu tersebut adalah palsu dan hanya imitasi untuk mengeruk keuntungan


Keutamaan Batu Mulia Menurut Maksumin: Ruby dan Safir


 
1- Tercatatnya Kebaikan dalam Catatan Amal Manusia

Imam Ja'far As-Shadiq as berkata, "Mustahab memakai cincin Ruby." (Rujuk kitab Al-Kaafi 6/471, Wasail 5/92)

2- Menjauhkan Kemiskinan

Imam Ali Al-Ridho as mengutip riwayat dari kakeknyaImam Ja'far As-Shadiq as berkata, "Pakailah cincin Ruby, sesungguhnya memakai cincin Ruby menjauhkan kemiskinan dan menghilangkannya." (Rujuk kitab Al-Kaafi 6/471, Wasail 5/93)

Rasulullah Saw kepada seorang sahabatnya bersabda, "Pakailah cincin Safir kuning sehingga kau tidak menjadi miskin." (Rujuk kitab Makarim Al-Akhlak halaman 89)

3- Menghilangkan Kegelisahan

Imam Ali Al-Ridho as berkata, "Pakailah cincin Ruby karena menghilangkan kegelisahan." (Rujuk kitab Hiliyatul Muttaqin halaman 18)

4- Kewibawaan dan Kemulian

Imam Ali as memiliki empat cincin yang salah satunya adalah dengan batu Ruby dan itu dipakai untuk kewibawaan dan kemuliaan. (Rujuk kitab Ilal Al-Syara'i 1/157, Wasail 5/98, Biharul Anwar 42/62-68)* (IRIB Indonesia/MZ)

(Keterangan: dalam bahasa Arab, batu Ruby dan Safir keduanya disebut dengan Yaaqut, akan tetapi umumnya kata Yaaqut digunakan untuk batu dari jenis corondum yang berwarna merah atau Ruby. Jika yang dimaksud adalah Safir, maka setelah kata Yaaqut akan disebutkan warna spesifik seperti Yaaqut kuning yang berarti Safir kuning.)

*Sumber buku Sangha va Khavase Ejab Anggiz halaman 99

 

 

 

 

 

 

Kalimaya

 

black star

Dewasa ini batu permata makin populer di Masyarakat, tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan internet menyebabkan cepatnya informasi sampai ke masyarakat. Suatu hal yang positif untuk  perniagaan batu permata.
untuk berbisnis atau hanya sekedar koleksi batu permata kita perlu mengenal jenis nama batu permata.
Sekarang ini cara untuk mengenal batu permata sudah sangat gampang, misalnya Anda ingin tahu seperti apa batu “kalimaya” maka anda tinggal tulis kata itu di mesin pencari “google” maka akan muncul gambar gambar serta keterangan mengenai batu kalimaya. sangat gampang bukan??

Namun jika anda ingin mendalami batu permata, Anda juga bisa belajar secara intensif, dengan khursus batu permata. info dimana kursus batu permata juga dapat dicari di “Google”.



 
 



 Batu Cincin Kalimaya


 

 
 
 Batu Cincin Kalimaya

Cempaka

Duri Wulan (Bulan) / Biduri Bulan









Zamrud

 Jamrud

 Batu Permata Zamrud Colombia

Keindahan Batu Jamrud Kalimantan 

Aquamarine

 

 

Pesona Aquamarine, Si Batu Uniseks


Topaz

 

 

 

 

 

Topaz

 

  American Stars

amethys

 

 

 

Ruby



Untuk membedakan batu asli atau bukan, perlu diketahui bahwa di Pasar batu Permata ada istilah Natural, Sintetis dan Imitasi.
Natural
Adalah batu permata yang terbuat secara alami oleh Alam, batu ini diperoleh secara alami kemudian dibentuk sebagai batu permata.

Sintetis
Adalah batu permata yang dibuat secara Laboratorium, bahan materialnya sama dengan batu yang Natural atau origin. Berat jenis maupun karakteristik fisik nya sama. Ada juga batu Sintetis yang berasal batu Natural yang kurang bagus kemudian dilebur dipadatkan lagi menjadi batu permata.

Imitasi
Kalau batu Imitasi berbeda sama sekali dengan yang Asli, batu ini hanya tiruan saja. misalnya meniru warnanya. Kadang-kadang juga terbuat dari plastik.

Dengan mengetahui kriteria di atas kita dapat membedakan bahwa batu tersebut apakah Asli / Natural / origin atau hanya Sintetis atau bahkan Imitasi.
Ada beberapa cara untuk membedakan nya:

1. Batu permata Asli diketahui dengan melihat serat-serat di dalamnya. Serat-serat inilah yang merupakan ciri khusus batu, Sebagian orang awam mengira bahwa batu asli itu pecah, tapi sebenarnya hanya serat-serat alami batu. Jarang sekali ditemukan batu permata alam yang bersih tanpa serat.
Perhatikan foto batu Safir dibawah, serat-serat batu safir akan kelihatan seperti sidik jari. Ciri ini yang biasanya untuk menentukan batu Asli safir atau Ruby.

Blue Saphire
2. Cara kedua adalah dengan melihat fenomena yang ada pada batu permata. Misalnya Star atau Bintangnya, biasanya pada batu safir atau ruby terdapat star yang jelas. Biasanya dinamakan Fenomena.
safir
429554_3000980397127_1640843564_2791528_1677433737_n
Star Pada Saphire
Kembang pada Kalimaya
3. Berat Jenis, Batu permata umumnya  besar dan tidak terikat perhiasan, kita dapat menguji keasliannya dengan mencari berat jenisnya, berat jenis dapat membedakan batu yang satu dengan yang lainnya. Atau Coba bandingkanlah permata asli dan tiruan, pasti permata asli lebih berat dari permata palsu.

2. Coba tempelkan permata itu ke pipi anda. Apakah terasa dingin? Kalau terasa dingin ini bisa merupakan satu ciri bahwa permata anda itu asli








Tourmaline


 


Onyx / Kelulut Monel / Batu Hitam

 
 
 
 
 

Batu hitam besar1a








Asihan Penarik Sukma / Kecubung merah /
Siam / Siem Rose


 

 


 

BATU ASIHAN PENARIK SUKMA 

Kecubung Asihan
 

Solar / Bio Solar Aceh / Giok Aceh


Img 20140819 225349




Img 20140924 105757 01









Solar Quartz (blue agate)



SOLAR ACEH NATURAL Trigger

batu SOLAR ACEH NATURAL
Trigger

batu SOLAR ACEH NATURAL
Trigger


Meteor / Meteorit (Satam)


 

 

 
 


 

 


 




















MUSTIKA MATA KUCING





































green cat eyes










Batu Akik Masakan - Sintetis dan Imitasi

MEMAHAMI BATU AKIK MASAKAN (SINTETIS dan IMITASI) : 


Batu SINTETIS :


Batu Sintetis adalah duplikat dari batu natural karena memiliki komposisi kimia yang persis sama, kekerasannya juga sama persis. Perbedaannya dengan Batu Natural adalah pembuatnya. Batu Natural dibuat oleh alam dengan waktu yang sangat lama sedangkan Batu Sintetic dibuat oleh manusia di laboratorium. Laboratorium yang terkenal membuat batuan sintetis adalah CHATAM di Amerika. 



Sebagai contoh adalah batu zamrud asli yang warnanya pucat, bagian belakangnya ditempelkan dengan batu sintetis hijau tua. Cara ini menghasilkan warna batu zamrud siberia yang dikenal harganya mahal. Safir Star yang warnanya putih ditempelkan dengan batu sintetis warna merah atau biru sehingga jadilah blue safir star atau ruby star. Jika sudah dipasang Ring (iketan) tentu saja batu tersebut hampir sama tampilannya dengan yang asli dan mengecoh kita. Di Australia batu opal yang tipis ditempel dengan batuan sejenis quartz sehingga warna dan kembangnya lebih menarik, produk ini diberi nama opal doublet/triplet. Batuan yg ditempel ini biasa disebut dengan Batu Komposit.



Cara lain pemrosesan Batu sintetis adalah mengambil bahan kimia/ mineral dari batu aslinya. Misalnya batu intan/diamond dengan struktur kimianya C (karbon), dipanaskan dalam jangka waktu tertentu dengan mesin ber-suhu 1500 degree celcius, dan dengan tekanan 10000 atm, maka akan semakin keras sampai tingkat kekerasan 10 scala mohs. Struktur kimia-nya (C/Karbon) akan sama, dan berat-nya (Carats) pun sama. Bedanya ada pada seratnya (ciri visualnya). Diamond Natural seratnya cenderung melengkung dan kemulusannya agak kurang sedangkan sedangkan yg sintetis garis seratnya cenderung lurus dan tingkat kejernihannya nyaris tanpa cacat. Contohnya adalah american star yg awalnya ingin menjiplak buatan alam yaitu ruby natural, jika didekatkan kemudian dibandingkan akan terlihat jelas perbedaan star-nya.   



Contoh nama-nama batu sintetis : 

1. Natural Sapphire >> King Sapphire 

2. Natural Ruby >> Merah Siam, American Star 
3. Natural Emerald >> Green Emerald 
4. Natural Diamond >> Cubic Zirconia, Moissanite 






 

Batu IMITASI :


Kalau Batu Imitasi berbeda sama sekali dengan yang Asli (Natural), batu ini hanya tiruan saja. Misalnya meniru warnanya. Kadang-kadang juga terbuat dari plastik atau kaca. Dipasaran orang sering menyebut batu ini dengan imitasi/palsu karena memang benar 100% palsu. Dinilai dari kekerasan sampai dengan bahan kimia, struktur mineralnya sama sekali tidak sama dengan yang asli.

Misalnya ruby yang kita kenal mengandung ALUMINIUM OXIDE (Al2O3), akan diganti dengan kaca/porselen/keramik. Pedagang yang nakal biasanya membohongi pembeli dengan menyebut ini sebagai biduri sepah, ini blue safir, padahal sejatinya hanyalah sebuah kaca/keramik saja.