Kamis, 25 November 2010

YAMAHA LEXAM 2011 KENYAMANAN BEKENDARA BEBEK MATIC (BETIK) TIADA BANDING



Selain akan meluncurkan varian sport Yamaha Byson pada Mei atau Juni mendatang, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) juga lima model lain. Salah satu diantara lima model itu adalah, varian bebek matik Lexam.
"Kemungkinan diluncurkan antara Oktober - November mendatang," tutur Yoshiteru Takasashi, Chairman dan Presiden Komisaris PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), di Jakarta
Lexam merupakan bebek matik yang menggunakan sistem transmisi continuously variable transmission (CVT). Disebut-sebut, mesin bebek matik Yamaha New Automatic Transmision for cub style scooter itu berbasis Yamaha Vega ZR 113 cc yang dipasangi sistem CVT pada rumah koplingnya.










Peluncuran mesin ini dilakukan pada 6 November 2009 dan Yamaha memproduksi varian bebek matik Lexam pertamakali di Vietnam 26 November atau duapuluh hari kemudian. Bebek matik 115 cc, pada bagian depan maupun belakang menggunakan ban ukuran 17 inci.
Itu bisa terjadi karena dengan menggunakan Yamaha Compact Automatic Transmission(YCAT) yang memangkas jarak antara mesin dengan roda hingga 40 persen dan memungkinkan penggunaan roda ukuran besar. Dengan pemangkasan jarak mesin dengan roda itu pula, maka Lexam juga akan lebih lincah dan gesit untuk diajak bermanuver.
Itulah diantara bocoran keunggulan Yamaha Lexam dengan mesin YCAT. Lantas akankah Lexam mampu mendongkrak penjualan bebek Yamaha di tanah air pada 2010 ?





"Bagi kami penjualan bukanlah hal yang utama, fokus kami adalah memenangkan hati konsumen. Karena angka penjualan bisa dibeli dengan pemberian diskon dan sebagainya, tetapi kalau loyalitas konsumen tidak bisa. Bagi kami memberikan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen adalah hal yang terpenting," papar Dyonisius Betti, Presiden Direktur PT YMKI.
Seperti diketahui, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyebut sepanjang 2009 lalu Yamaha membukukan penjualan 2.674.892 unit. Sementara Honda, dalam rentang waktu yang sama mencatatkan penjualan 2.704.097 unit.













Data AISI juga menyebut selama 2009 lalu, penjualan bebek Yamaha mencapai 1.217.274 unit, sementara Honda berhasil menjual 1.659.764 unit atau 52,05 persen dari total penjualan varian bebek yang sebesar 3.188.585 unit.
Sementara itu, pengamat otomotif Erwin Subarkah menyebut persaingan diantara kedua merek tersebut sangat ketat. Hal itu dikarenakan pelanggan kedua merek tersebut memiliki loyalitas yang sangat tinggi.








"Sehingga kalau pun ada penambahan jumlah dalam penjualan itu sejatinya karena adanya refrensi dari para loyalis merek. Oleh karena kalau pun ingin bertambah adanya pembeli baru persoalannya bagaimana membuat harga produk tersebut terjangkau, persoalannya daya beli saja. Kalau segmen marketnya jelas tetap," ungkap Erwin saat dihubungi Tempo.









Sementara untuk menciptakan daya beli yang tinggi, sangat tergantung kondisi makro ekonomi khususnya sektor finansial. "Nah yang perlu dicermati, sekarang tingkat suku bunga pinjaman itu berapa, trennya bagaimana? Karena 70 - 80 persen pembelian sepeda motor dilakukan secara kredit," tandasnya.















Ajang Jakarta Motorcylce Show 2010 yang baru saja dibuka hari ini di Jakarta Convention Cener (JCC), Jakarta memang menjadi tempat adu gengsi bagi produsen sepeda motor nasional. Berbagai macam motor baru dan konsep di hadirkan dengan tujuan memukau pengunjung dan masyarakat Indonesia.

Seperti yang dilakukan produsen motor asal Jepang, Yamaha yang menghadirkan Lexam, sebuah motor bebek tapi dengan transmisi otomatis di ajang JMCS. Yamaha membawa 2 unit Lexam di ke mata publik Jakarta.

Dari pantauan detikOto di Assembly Hall, Senayan, Rabu (3/11/2010) secara kasat mata Lexam seperti bebek bergigi. Dari setang hingga buritan postur tubuh bebek matik ini sangat menyiratkan bebek.

Namun jika diamaati, ternyata dibagian kiri bawah ternyata tidak terlihat tuas pengganti gigi. Tempat itu kosong karena mesin yang diadopsi Lexam adalah mesin CVT berkapasitas 115 cc.
Lexam hanya tersemat disc brake dibagian depan saja, sementara sistem keamanan belakang hanya tromol. Bebek matik ini juga dihiasi dengan lampu senja dibagian depan. Bentuknya unik, mirip Yamaha Jupiter MX terbaru. Dengan penambahan itu Lexam terlihat sporty.






Sayangnya PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) belum berniat untuk meluncurkan bebek matik tahun ini di ajang ini mereka hanya ingin memamerkannya. Jika tidak ada halang, Yamaha bakal merilis awal tahun depan ke pasar roda dua Indonesia.

Patent Pijakan Kaki Yamaha Lexam

Tags: bebek matik, foot rest, lexam, patent
trackback


Bro sekalian, ternyata Detail dari Pijakan kaki pada Yamaha Lexam telah dipatent kan Oleh yamaha jepang (YAMAHA MOTOR CO LTD) atas nama KONO ARATA Pijakan Kaki dari Lexam ini boleh dilihat lumayan beda dibanding motor jenis underbone/cub/bebek lainnya yakni Footrest nya tidak hanya digantung menopang pada bagian bawah mesin, akan tetapi langsung ke rangka Utama melaLui beberapa bracket.


Hal ini dimaksutkan agar itu footrest minim getaran yang dihasilkan oleh mesin . . . Lha Iya, Jika foot Rest langsung di baut ke bagian bawah dari CrankCase/blok mesin, maka bila mesin motor berderu keras dan menghasilkan vibrasi, maka layaknya sebuah vibrator, maka footstep itu akan bisa membuat telapak kaki ridernya merasa seperti kesemutan, cmiiw. Nah dengan Inovasi yamaha ini, gejala kesemutan dapat dimimalisir karena Getaran yang dihasilkan oleh mesin Lexam akan di reduksi dulu oleh sistem sasis. hmmm untuk sebuah kenyamanan Yamaha sampai mematenkan Hal ini, luar Biasa, sampai jumpa di pembahasan patent selanjtnya . . . semoga berguna

2 komentar:

  1. Gimana sih top balanced kecam yg benar apa pada titik gigi di kruk as bertemu dgn titik gigi balacernya kalau emang benar apa penyebab motor saya terdengar kaya besi pertunjukan pada bagian magnit mohon pencerahan nya suhu...trim

    BalasHapus
  2. Maksudnya top balancer pada lexam

    BalasHapus