Sapta Agung - detikHealth
Senin, 07/09/2015 09:05 WIB
Badan Terasa Nyaman Usai Kerokan? Ini Sebabnya
Jakarta, Kerokan atau kerikan adalah suatu metode
pengobatan tradisional Jawa dengan cara menekan dan menggesekkan benda
tumpul pada permukaan tubuh. Sudah jadi rahasia umum bahwa banyak orang
menggunakan metode ini untuk mengusir penyakit-penyakit seperti masuk
angin, nyeri otot ,perut kembung, mual, sakit kepala, nyeri haid, dan
meriang. Namun jika dilihat dari kacamata medis, apakah kerokan
benar-benar bisa menyembuhkan penyakit tersebut?
Mengamati
fenomena ini, Prof Dr dr Didik Gunawan Tamtomo, PAK, MM, MKes memutuskan
untuk meneliti kerokan secara ilmiah. Tujuannya adalah untuk mengetahui
apa saja yang terjadi pada tubuh setelah kerokan.
Dalam
penelitiannya, Prof Didik melibatkan 38 orang wanita usia 40 hingga 50
tahun yang menderita nyeri otot atau myalgia. Partisipan yang
keseluruhannya memiliki berat badan dan tekanan darah yang ideal, tidak
anemia, dan tidak memiliki infeksi kulit ini selanjutnya diberikan
treatment kerokan.
Hasilnya, ditemukan bahwa kerokan mampu
meningkatkan kadar beta endorfin secara drastis yang disebabkan oleh
aktivitas glandula pituitaria dan pemecahan pro hormon
proopiomelanocortin (POMC) dari sel-sel keratinosit dan sel endotel
kapiler. Pemecahan POMC ini akan menghasilkan endorfin. Endorfin adalah
morfin alami yang dihasilkan oleh tubuh. Bahkan kekuatannya jauh lebih
besar dibandingkan morfin yang dibuat dalam bentuk obat.
"Karena
itu orang yang sehabis dikerok akan merasa nyaman, tenang, enak
badannya. Tidurnya juga bisa nyenyak," ujar guru besar Fakultas
Kedokteran Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta ini pada seminar
ilmiah 'Sehat dengan Tahajud dan Kerokan', di auditorium Masjid Raya
Pondok Indah, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Senin (7/9/2015).
Selain
itu, kerokan ternyata mampu menurunkan kadar prostaglandin yang
disebabkan oleh efek penekanan dari beta endorfin. Prostaglandin (PG)
merupakan senyawa lemak yang dihasilkan dari asam lemak melalui proses
enzimatik. Prostaglandin memiliki kerja biologik yang luas pada berbagai
organ tubuh.
"Prostagladin ini yang bikin tubuh kita jadi
nyeri-nyeri. Dengan kerokan, dia akan turun kadarnya. Turun karena
adanya penekanan dari beta endorfin," terang Prof Didik.
Selain
itu kerokan juga mampu melebarkan pembuluh darah, sehingga sel-sel darah
dan oksigen mampu beredar secara lebih lancar. "Karena kerokan itu
pakai alat-alat yang umum digunakan seperti koin, sendok, dan tanduk
kerbau, ini nanti bakalan jadi kontroversi penularan penyakit dan
sebagainya," ujar Prof Didik.
Selain Bikin Tubuh Lebih Nyaman, Kerokan Juga Bikin Mesra
Sapta Agung - detikHealth
Senin, 07/09/2015 10:05 WIB
Jakarta, Kerokan sudah dijadikan sebagai metode
pengobatan yang dilakukan secara turun temurun sampai sekarang.
Baru-baru ini, metode pengobatan kerokan diteliti secara ilmiah.
Ternyata kerokan mampu melancarkan peredaran darah dan memicu produksi
endorfin pada tubuh sehingga dapat membuat orang yang dikerok merasa
nyaman.
Selain efek secara medis, ternyata kerokan juga memiliki
efek secara psikososial. Prof Dr dr Didik Gunawan Tamtomo, PAK, MM, MKes
yang diyakini sebagai orang pertama yang meneliti mengenai kerokan
mengatakan bahwa kerokan merupakan cara pengobatan yang holistik.
"Kerokan
itu merupakan pengobatan yang holistik. Saya sebutnya 4M, yaitu mudah,
murah, mesra, dan manjur," ujar Guru besar Fakultas Kedokteran
Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta ini pada Seminar Ilmiah
'Sehat Dengan Tahajud dan Kerokan', di auditorium Masjid Raya Pondok
Indah, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Senin (7/9/2015).
Biasanya
kerokan dilakukan oleh orang-orang terdekat, seperti orang tua, istri,
atau teman dekat. Hal ini diyakini Prof Didik mampu memberikan efek
positif secara psikologis bagi orang yang dikerok dan yang mengerok.
Suami dan istri, orang tua dan anak, atau antar teman bisa merasa lebih
mesra usai melakukan aktivitas kerokan.
Kerokan sering dilakukan
ketika seseorang merasa tidak enak badan, seperti meriang, sakit kepala
dan sebagainya. Kerokan biasanya dilakukan pada bagian tubuh tertentu
seperti di punggung, leher bagian belakang, tangan, kaki, dada dan
lengan.
Umumnya kerokan dilakukan dengan mengandalkan uang koin atau sendok dengan bantuan minyak kayu putih.
Dari
penelitian Prof Didik, diketahui kerokan tidak hanya membudaya di
Indonesia saja. Kerokan juga ada di Tiongkok yang disebut dengan guasha,
di Vietnam disebut dengan goh kyoi, dan di Thailand dikenal dengan cao
gio.