Selasa, 21 Mei 2013

CARA BERBUDIDAYA UBI



I.  SYARAT TUMBUH
Ketinggian 500 – 1.000 m dpl, Suhu optimal 25oC - 27oC, Curah hujan 750-1.500 mm/tahun, pH tanah 5,5-7,5. Jenis tanah pasir berlempung, gembur, banyak bahan organik, aerasi dan drainase baik
II. PENGGUNAAN VARIETAS UNGGUL
Daya, Borobudur, Prambanan, Muara Takus, Mendut, Kalasan, Cangkuang, Sewu, Cilembu, Sari, Boko, Sukuh, Jago, Kidal, Shiroyutake, Papua Solossa, Papua Pattipi, Nagara KB-1, Sawentar, Beta 1, Beta 2, Kuningan Putih dan Kuningan Merah
III. BIBIT/STEK

Kebutuhan bibit, jarak tanam 100 x 25 cm adalah ± 32.000 stek/ha, jarak tanam 75 x 30 cm adalah ± 35.555 stek/ha. Bibit dari stek Batang/Pucuk diambil dari varietas/klon unggul tanaman telah berumur 2 bulan atau lebih, keadaan pertumbuhannya sehat dan normal. panjang stek 20-25 cm, ruas dan buku-bukunya tidak berakar dan mengalami masa penyimpanan  ditempat teduh selama 1-7 hari.
Bibit dari tunas-tunas ubi, ubi dipetik yang cukup tua, sehat dan berukuran 3 telur ayam. 
ubi ditanam pada lahan khusus penunasan dengan jarak 70x30 cm setelah bertunas dan berumur  2 bulan dilakukan pemotongan tanaman (bibit) sama   seperti pada stek batang/pucuk
IV. PENYIAPAN LAHAN
a. Lahan tegalan
Lahan dibersihkan dari gulma, lalu tanah digemburkan dengan cangkul atau  bajak sambil membenamkan rumput-rumput liar kemudian dikering anginkan selama 1 minggu. Buat guludan-guludan dengan lebar 60 cm, tinggi 30-40 cm, jarak antar guludan 70-100 cm, panjang guludan disesuaikan dengan keadaan lahan.
b. Lahan Sawah bekas Tanaman Padi
Babat jerami sebatas permukaan tanah, kemudian tanah diolah dengan cangkul atau bajak diluar bidang tumpukan jerami kemudian tanah ditimbun pada tumpukan jerami sambil membentuk guludan-guludan dengan ukuran lebar 60 cm, tinggi 30-40 cm, jarak antar guludan 70-100 cm, panjang guludan disesuaikan dengan keadaan lahan.
V. PENANAMAN DAN JARAK TANAM

  • Di lahan kering dilakukan pada awal musim hujan (Oktober)
  • Di lahan sawah ditanam setelah padi rendengan (padi gadu), pada awal musim kemarau
  • Sistem tanam secara tunggal (monokultur) dan atau tumpang sari
Untuk mendapat ubi besar, stek ditanam miring (60-70 derajat) dengan dua ruas ditanam diguludan, sedangkan untuk mendapatkan ubi kecil, posisi stek dalam tanah ditanam rata, dengan 3-4 ruas stek tanaman didalam guludan dan ujung stek miring ± 600 (bentuk L). Jumlah bibit satu stek per lubang. Sebaiknya penanaman dilakukan pada pagi atau sore hari. Jarak tanam dalam barisan 25-35 cm sedangkan jarak barisan 100-150 cm
VI. PEMBERIAN MULSA
Setelah bibit ditanam, tanah ditutupi dengan mulsa jerami 20 ton/ha khususnya di lahan sawah, sedangkan di lahan kering bila jerami tidak ada, dapat ditutup dengan pangkasan pupuk hijau.
VII. PEMUPUKAN
  • 7 hari sebelum tanam, lakukan pemberian pupuk kandang pada lahan garapan, pemberian dilakukan pada saat pengolahan tanah (dicampur dengan tanah) atau sekaligus sebagai mulsa
  • 3 hari sebelum tanam, lakukan penyemprotan PIOC CIREMAI pada lahan yang akan digarap dengan dosis 18 tutup botol per tangki
  • Sebelum bibit ditanam, lakukan pencelepun pada air yang sudah ditambahkan PIOC CIREMAI dengan dosis 1 tutup botol per 5 liter air selama 30 menit
  • Lakukan penyemprotan PIOC CIREMAI dengan dosis 6 tutup botol per tangki pada saat tanaman berumur 6 hari
  • Pada saat umur 10 hari, lakukan pemberian pupuk makro/kimia (urea+phonska) dengan takaran 50 % dari dosis biasanya
  • Lakukan penyemprotan PIOC CIREMAI dengan dosis 6 tutup botol per tangki pada saat tanaman berumur 15 hari
  • Pada saat umur  21 hari, lakukan pemberian pupuk makro/kimia (urea+phonska) dengan takaran 50 % dari dosis biasanya
  • Lakukan penyemprotan PIOC CIREMAI dengan dosis 8-10 tutup botol per tangki pada saat tanaman berumur 30 hari
  • Lakukan penyemprotan PIOC CIREMAI dengan dosis 8-10 tutup botol per tangki pada saat tanaman berumur 45 hari
VIII. PENYULAMAN
Untuk mengganti tanaman yang mati dilakukan pada umur 3 minggu setelah tanam. Sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari.
IX. PEMANGKASAN
Dilakukan bila tanaman terlalu rimbun, dilakukan pada sulur-sulur tanaman yang merayap dalam saluran-saluran di sela-sela bedengan.
X. PENGAIRAN
Dilakukan tiap 10 hari selama pertumbuhan sampai 2 minggu sebelum panen dengan cara dileb selama 15-30 menit kemudian air disalurkan ke saluran pembuangan. Sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari.
XI. PENGENDALIAN GULMA
  • Yang pertama dilakukan 3 minggu setelah tanam vertikal kedua sisi guludan (dikepras), kemudian tanah keprasan dikembalikan sekaligus untuk menutup pupuk.
  • Yang kedua dilakukan pada 8 minggu setelah tanam sekaligus melakukan pembumbungan dan pemutusan akar yang tumbuh dipermukaan guludan.
XII. PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT
Hama dan penyakit utama yang menyerang ubijalar adalah hama Penggerak Ubijalar; hama Boleng atau Lanas; Tikus; Penyakit Kudis atau Scab; Layu Fusarium; virus; dan penyakit lainnya. Pengendalian tanaman dari OPT dilakukan secara terpadu, sebagai berikut :
Secara kultur teknis, diantaranya mengatur waktu tanam, rotasi tanaman, sanitasi lahan, dan penggunaan varietas yang tahan hama dan penyakit.
Secara fisik dan mekanis, yaitu dengan memotong atau memangkas atau mencabut tanaman yang sakit atau terserang hama dan penyakit cukup berat, kumpulkan dan musnahkan.
Secara kimiawi yaitu dengan menggunakan pestisida secara selektif dan bijaksana.
XIII. PANEN
  • Waktu panen ubi jalar didasarkan atas umur tanaman, jenis atau varietas. Ubi jalar berumur pendek (genjah) dapat dipanen pada umur 3–3,5 bulan, sedangkan varietas berumur panjang (dalam) dipanen pada umur 4,5–5 bulan.
  • Panen dilakukan dengan cara memangkas batang ubijalar, kemudian menggali guludan dengan cangkul/sekop/luku lalu umbinya diambil dan dikumpulkan ditempat pengumpulan.
  • Diseleksi dan disortasi berdasarkan ukuran umbi dan warna kulit dan disimpan dalam wadah atau goni
XIV. PASCA PANEN
Selain dikonsumsi langsung, ubijalar dapat diolah menjadi produk dalam bentuk pati maupun tepung. Pati dibuat dengan mengekstrak umbi yang telah diparut. Sedangkan tepung diperoleh dengan mencuci umbi, mengupas, mengiris, menjemur, dan menghancurkan (menepungkan), diayak pada ukuran 80 mesh. Pati dan tepung ubijalar dapat digunakan untuk membuat aneka jenis kue, mie dan es krim.
Bila hendak disimpan, baiknya diruang bersuhu kamar antara 270C-300C dengan kelembaban udara antara 85%-90%. Disimpan diruang gelap dengan mengikutsertakan tangkai ubi yang agak panjang, atau disimpan didalam pasir dan abu dengan mengangin-anginkan.
Disimpan diruangan khusus atau gudang yang kering, sejuk dan peredaran udaranya baik dengan cara menumpahkan ubi dilantai gudang, kemudian timbun dengan pasir kering atau abu tertutup. Atau disimpan diatas para-para yang ditempatkan didapur yang biasanya terkena asap setiap hari yang berasal dari tungku hal ini dapat menghindarkan dari serangan hama terutama boleng.

CARA MANANAM UBI MANIS CILEMBU DI DALAM POT

anda suka ubi manis cilembu? nah sekarang saatnya anda juga bisa panen dari halaman rumah sendiri. Cara menanam ubi manis cilembu sangatlah mudah.

1. beli ubi cilembu yang mentah, jangan beli yang sudah siap makan, pasti tak akan bisa hidup.
2. potong dua bagian
3. rendam dalam wadah, dengan posisi ubi cilembu yang bekas potongan terendam dibawah, yah rendamnya jangan sampai tenggelam, cukup 2 - 2.5 cm saja, kemudian letakkan di dekat jendela.
4. nantinya akan tumbuh tunas tunas dari ubi cilembu itu. nah biarkan tunas tunasnya makin banyak
5. pisahkan tunas tunas tersebut dan taam di tempat pot yang diinginkan.
6. dan anda siap siap akan punya ubi cilembu sendiri di halaman rumah , bahkan di balkon anda sekalipun bisa!

ini, gambar contoh2 yang saya dapatkan dari pinterest


4 SIFAT NABI : SHIDDIQ, AMANAH, FATHONAH, DAN TABLIGH

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌۭ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًۭا

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” [Al Ahzab 21]
Nabi Muhammad memiliki akhlaq dan sifat-sifat yang sangat mulia. Oleh karena itu hendaklah kita mempelajari sifat-sifat Nabi seperti Shiddiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh. Mudah-mudahan dengan memahami sifat-sifat itu, selain kita bisa terhindar dari mengikuti orang-orang yang mengaku sebagai Nabi, kita juga bisa meniru sifat-sifat Nabi sehingga kita juga jadi orang yang mulia.

Shiddiq

Shiddiq artinya benar. Bukan hanya perkataannya yang benar, tapi juga perbuatannya juga benar. Sejalan dengan ucapannya. Beda sekali dengan pemimpin sekarang yang kebanyakan hanya kata-katanya yang manis, namun perbuatannya berbeda dengan ucapannya.
Mustahil Nabi itu bersifat pembohong/kizzib, dusta, dan sebagainya.

وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلْهَوَىٰٓ

Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya.

إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْىٌۭ يُوحَىٰ

Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya” [An Najm 4-5]


Amanah

Amanah artinya benar-benar bisa dipercaya. Jika satu urusan diserahkan kepadanya, niscaya orang percaya bahwa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itulah Nabi Muhammad SAW dijuluki oleh penduduk Mekkah dengan gelar “Al Amin” yang artinya terpercaya jauh sebelum beliau diangkat jadi Nabi. Apa pun yang beliau ucapkan, penduduk Mekkah mempercayainya karena beliau bukanlah orang yang pembohong.
“Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu.” [Al A'raaf 68]
Mustahil Nabi itu khianat terhadap orang yang memberinya amanah.
Ketika Nabi Muhammad SAW ditawari kerajaan, harta, wanita oleh kaum Quraisy agar beliau meninggalkan tugas ilahinya menyiarkan agama Islam, beliau menjawab:
”Demi Allah…wahai paman, seandainya mereka dapat meletakkan matahari di tangan kanan ku dan bulan di tangan kiri ku agar aku meninggalkan tugas suci ku, maka aku tidak akan meninggalkannya sampai Allah memenangkan (Islam) atau aku hancur karena-Nya”……
Meski kaum kafir Quraisy mengancam membunuh Nabi, namun Nabi tidak gentar dan tetap menjalankan amanah yang dia terima.
Seorang Muslim harusnya bersikap amanah seperti Nabi.

Tabligh

Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.

لِّيَعْلَمَ أَن قَدْ أَبْلَغُوا۟ رِسَٰلَٰتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَىْءٍ عَدَدًۢا

“Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” [Al Jin 28]
“Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,
karena telah datang seorang buta kepadanya” ['Abasa 1-2]
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa firman Allah S.80:1 turun berkenaan dengan Ibnu Ummi Maktum yang buta yang datang kepada Rasulullah saw. sambil berkata: “Berilah petunjuk kepadaku ya Rasulullah.” Pada waktu itu Rasulullah saw. sedang menghadapi para pembesar kaum musyrikin Quraisy, sehingga Rasulullah berpaling daripadanya dan tetap mengahadapi pembesar-pembesar Quraisy. Ummi Maktum berkata: “Apakah yang saya katakan ini mengganggu tuan?” Rasulullah menjawab: “Tidak.” Ayat ini (S.80:1-10) turun sebagai teguran atas perbuatan Rasulullah saw.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim yang bersumber dari ‘Aisyah. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Ya’la yang bersumber dari Anas.)
Sebetulnya apa yang dilakukan Nabi itu menurut standar umum adalah hal yang wajar. Saat sedang berbicara di depan umum atau dengan seseorang, tentu kita tidak suka diinterupsi oleh orang lain. Namun untuk standar Nabi, itu tidak cukup. Oleh karena itulah Allah menegurnya.
Sebagai seorang yang tabligh, meski ayat itu menyindirnya, Nabi Muhammad tetap menyampaikannya kepada kita. Itulah sifat seorang Nabi.
Tidak mungkin Nabi itu Kitman atau menyembunyikan wahyu.

Fathonah

Artinya Cerdas. Mustahil Nabi itu bodoh atau jahlun. Dalam menyampaikan 6.236 ayat Al Qur’an kemudian menjelaskannya dalam puluhan ribu hadits membutuhkan kecerdasan yang luar biasa.
Nabi harus mampu menjelaskan firman-firman Allah kepada kaumnya sehingga mereka mau masuk ke dalam Islam. Nabi juga harus mampu berdebat dengan orang-orang kafir dengan cara yang sebaik-baiknya.
Apalagi Nabi mampu mengatur ummatnya sehingga dari bangsa Arab yang bodoh dan terpecah-belah serta saling perang antar suku, menjadi satu bangsa yang berbudaya dan berpengetahuan dalam 1 negara yang besar yang dalam 100 tahun melebihi luas Eropa.
Itu semua membutuhkan kecerdasan yang luar biasa.

MENGENAL SIFAT ALLAH SWT DAN PENJELASAN

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

MENGENAL SIFAT ALLAH SWT DAN PENJELASAN

.
Asyhadu an-laa ilaaha illallaah  (Saya bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah), Wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah  (dan saya bersaksi Muhammad SAW adalah Utusan Allah).
Kalimat diatas menunjukkan pengakuan tauhid. Artinya, seorang muslim hanya mempercayai Allâh sebagai satu-satunya Allah.
Allah adalah Tuhan dalam arti sesuatu yang menjadi motivasi atau menjadi tujuan seseorang.
Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan [yang berhak disembah] melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan.
Para malaikat dan orang- orang yang berilmu [juga menyatakan yang demikian itu].
Tak ada Tuhan [yang berhak disembah] melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS.2 Al-Baqara :18)
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok [akhirat],
dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS.59. Al-Hasr :18)
|
Sebagai Umat islam meyakini adanya Allah SWT dan mengetahui sifat-sifatnya, agar menjadi mukmin sejati. Dengan modal iman inilah kita akan menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.

A.   Pengertian Iman kepada Allah SWT

Iman menurut bahasa artinya percaya atau yakin terhadap sesuatu. Iman menurut istilah adalah pengakuan di dalam hati, diucapkan dengan lisan dan dikerjakan dengan anggota badan.
Hal ini sesuai Hadist Nabi Muhammad SAW yang berbunyi :
 “Iman adalah pengakuan dengan hati, pengucapan dengan lisan, dan pengamalan dengan anggota badan.”
(HR Thabrani)
Dari penjelasan Hadits di atas dapat disimpulkan bahwa iman kepada Allah SWT membutuhkan tiga unsur anggota badan yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya, yaitu hati, lisan dan anggota badan.
Iman kepada Allah merupakan suatu keyakinan yang sangat mendasar. Tanpa adanya iman kepada Allah SWT, seorang tidak akan beriman kepada yang lain, seperti beriman kepada malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul Allah dan hari kiamat.
Firman Allah SWT :
“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab Allah yang diturunkan sebelumnya, Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya,Rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.”
(QS.An Nisa : 136)

B.   Sifat-Sifat Allah SWT

Allah SWT adalah zat Maha Pencipta dan Maha Kuasa atas seluruh alam beserta isinya. Allah SWT memiliki sifat wajib, mustahil dan jaiz sebagai sifat kesempurnaan bagi-Nya.
Sebagai muslim yang beriman, wajib mengetahui sifat-sifat tersebut.
  • Sifat wajib, artinya sifat-sifat yang pasti dimiliki oleh Allah SWT – Sifat wajib Allah berjumlah 13.
  • Sifat mustahil, artinya sifat-sifat yang tidak mungkin ada pada pada Allah SWT – Sifat mustahil merupakan kebalikan dari sifat wajib. Jumlahnyapun sama dengan jumlah sifat wajib bagi Allah SWT.
  • Sifat jaiz, artinya sifat yang mungkin bagi Allah SWT untuk berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya. – Artinya Allah berbuat sesuatu tidak ada yang menyuruh dan tidak ada yang melarang.
Sifat jaiz bagi Allah hanya satu, yaitu “Fi’lu kulli mumkinin au tarkuhu.”
Sifat Allah

C.  Dalil Naqli tentang Sifat-Sifat Allah SWT

Sifat-sifat Allah yang wajib kita imani ada 20, diantaranya :
|

1. Wujud ( Ada )

Adanya Allah itu bukan karena ada yang mengadakan atau menciptakan, tetapi Allah itu ada dengan zat-Nya sendiri.
Sifat mustahil-Nya adalah :  Adam  yang berarti tidak ada.
Untuk itulah kita tidak boleh meragukan atau mempertanyakan keberadaanNya.
Keimanan seseorang akan membuatnya dapat berpikir dengan akal sehat bahwa alam semesta beserta isinya ada karna Allah yang menciptakannya.
“Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy.
Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya.
Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Rabb semesta alam“ … (QS. Al-A’raf :54)
Kepercayaan ada dan tidak adanya Allah SWT bergantung pada manusia itu sendiri yang bisa menggunakan akal sehatnya, sebagai bukti dengan adanya alam beserta isinya.
  • Jika kita perhatikan, maka dari mana alam semesta itu berasal ?
  • Siapakah Dia Yang Maha Kuasa dan Maha Agung itu ?
  • Dialah Allah SWT yang Maha Suci dan Maha Tinggi.
  • Dialah yang mengadakan segala sesuatu di alam ini, termasuk diri kita.
Selain melihat alam semesta, kita juga dapat melihat tanda-tanda kekuasaan-Nya, seperti manusia dengan segala perlengkapan hidupnya di dunia ini. Tentu kita bisa berfikir bahwa semua yang ada pasti ada yang menciptakan, yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa ( Allah SWT).
Terkait dengan hal ini Allah SWT berfirman :
“Dan dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur. Da Dialah yang menciptakan serta mengembangbiakkan kamu di bumi ini dan kepada-Nyalah kamu akan dihimpun. Dan Dialah yang menghidupkn dan mematikan dan Dialah yang mengatur pertukaran malam da siang. Maka apakah kamu tidak berfikir?”   … (QS.Al Muminun :78-80)
|

2. Qidam ( Dahulu atau Awal )

Sifat Allah ini menandakan bahwa Allah swt sebagai Pencipta lebih dulu ada daripada semesta alam dan isinya yang Ia ciptakan.
Sifat mustahil-Nya adalah :  Hudus yang artinya baru.
Allah SWT tidak berpermulaan sebab sesuatu yang berpermulaan itu adalah baru dan sesuatu yang baru itu namanya mahluk (yang diciptakan). Allah SWT bukan mahluk melainkan Khalik (Maha Pencipta). Oleh karena itu Allah SWT wajib bersifat qidam.
Firman Allah SWT :
“Dialah yang Awal dan yang Akhir, yang Zhahir dan yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu“ (QS. Al-Hadid :3)
Adanya Allah itu pasti lebih awal daripada mahluk ciptaan-Nya. Seandainya keberadaan Allah didahului oleh mahluk-Nya, maka semua ciptaan Allah ini akan hancur berantakan. Hal ini tentu mustahil bagi Allah karena Allah Maha pencipta, tidak mungkin ciptaannya lebih dahulu daripada yang menciptakan..
|

3. Baqa’ ( Kekal )

Kekalnya Allah SWT tidak berkesudahan atau penghabisan.
Sifat mustahilnya adalah  :  Fana’ artinya rusak atau binasa.
Semua mahluk yang ada di alam semesta seperti manusia, binatang, tumbuhan, planet dan bintang akan rusak atau binasa sehingga disebut baru sebab ada awal dan ada akhirnya.
Manusia betapapun gagah perkasa dirinya, wajah elok nan rupawan, suatu saat akan menjadi tua dan mati. Demikian halnya dengan tumbuhan yang semula tumbuh subur maka lama kelamaan akan layu dan mati. Sungguh betapa hina dan lemahnya kita berbangga diri di hadapan Allah SWT.
Betapa tidak patutnya kita berbangga diri dengan kehebatan yang kita miliki karena segala kehebatan itu hanyalah bersifat sementara. Hanya Allah SWT Sang Pencipta yang bersifat kekal.
Firman Allah SWT :
“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Rabb-mu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan“ (QS. Ar-Rahman :26-27)
|

4. Mukhalafatu lil hawadits ( berbeda dengan Ciptaannya )

Berbeda dengan semua yang baru (mahluk).
Sifat mustahil-Nya adalah :  Mumasalatu lil hawadisi
Artinya serupa dengan semua yang baru(mahluk).
Sifat ini menunjukkan bahwa Allah SWT berbeda dengan hasil ciptaan-Nya. Coba kita perhatikan tukang jahit hasil baju yang dijahit sendiri tidak mungkin sama dengan baju yang dibuat orang lain.
Begitu juga dengan tukang pembuat sepatu tidak mungkin sama dengan sepatu yang dibuatnya, bahkan robot yang paling canggih dan mirip manusia sekalipun tidak akan sama dengan manusia yang membuatnya.
Firman Allah SWT :
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat“ (QS. Asy-Syura :11)
Senada dengan ayat tersebut Allah SWT juga berfirman dalam ayat yang lain yang berbunyi :
“……….Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia(Allah).” (QS Al Ikhlas :4)
Dari dua ayat di atas dapat diambil pelajaran bahwa yang dimaksud dengan tidak setara itu adalah tentang keagungan, kebesaran, kekuasaan dan ketinggian sifat-Nya. Tidak satupun dari mahluk-Nya yang menyerupai-Nya..
|

5. Qiyamuhu binafsihi ( Allah berdiri sendiri )

Qiyamuhu Binafsihi berarti Allah SWT itu berdiri dengan zat sendiri tanpa membutuhkan bantuan yang lain. Maksudnya, keberadaan Allah SWT itu ada dengan sendirinya tidak ada yang mengadakan atau menciptakan.
Contohnya,
Allah SWT menciptakan alam semesta ini karena kehendak sendiri tanpa minta pertolongan siapapun.
Sifat mustahil-Nya adalah :  Ihtiyaju lighairihi,
artinya membutuhkan bantuan yang lain. Berbeda sekali dengan manusia, manusia hidup di dunia ini tidak bisa hidup sendiri-sendiri. Mereka pasti saling membutuhkan antara satu dan yang lainnya karena mereka mahluk (yang diciptakan), sedangkan Allah SWT adalah Maha Pencipta.
Firman Allah SWT :
“Allah tidak ada Tuhan selain Dia. Yang hidup kekal lagi senantiasa berdiri sendiri.”
(QS Ali Imran:2)
Sadarlah ternyata kita ini mahluk yang sangat lemah karena tidak mampu hidup tanpa bantuan orang lain. Akan tetapi, sebagai manusia kita juga harus memiliki sifat mandiri supaa tidak bergantung pada orang lain.
|

6. Wahdaniyyah ( Esa atau Tunggal )

allah-1Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa., baik itu Esa zat-Nya, sifat-Nya, maupun perbuatannya.
Esa zat-Nya maksudnya zat Allah SWT itu bukanlah hasil dari penjumlahan dan perkiraan atau penyatuan satu unsur dengan unsur yang lain mkenjadi satu. Berbeda dengan mahluk, mahluk diciptakan dari berbagai unsur, seperti wujudnya manusia, ada tulang, daging, kulit dan seterusnya.
Esa sifat-Nya artinya semua sifat-sifat kesempurnaan bagi Allah SWT tidak sama dengan sifat-sifat pada mahluk-Nya, seperti marah, malas dan sombong.
Esa perbuatan-Nya berarti Allah SWT berbuat sesuatu tidak dicampuri oleh perbuatan mahluk apapun dan tanpa membutuhkan proses atau tenggang waktu. Allah SWT berbuat karena kehendak-Nya sendiri tanpa ada yang menyuruh dan melarang.
Sifat mustahil-Nya adalah :  Ta’adud  
Artinya berbilang atau lebih dari satu. Allah SWT mustahil (tidak mungkin) lebih dari satu. Seandainya lebih dari satu pasti terjadi saling bersaing dalam menentukan segala sesuatunya, kalau terjadi demikian pasti alam semesta tidak akan terwujud.
Perhatikan firman Allah SWT berikut ini :
”Katakanlah (Muhammad ). Dialah Tuhan Yang Maha Esa . Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada_Nya segala sesuatu . dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (QS Al Ikhlas :1-4)
Meyakini ke-Esa-an Allah SWT merupakan hal yang paling prinsip. Seseorang dianggap muslim atau tidak , bergantung pada pengakuan tentang ke-Esa-an Allah SWT. Hal ini dapat dibuktikan dengan cara bersaksi terhadap Allah SWT, yaiut dengan membaca syahadat tauhid yang berbunyi : “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah.”
|

7. Qudrat ( Berkuasa )

Kekuasaan Allah SWT, atas segala sesuatu itu mutlak, tidak ada batasnya dan tidak ada yang membatasi, baik terhadap zat-Nya sendiri maupun terhadap makhluk-Nya. Berbeda dengan kekuasaan manusia ada batasnya dan ada yang membatasi.
Sifat mustahil-Nya adalah :  ‘Ajzu,
artinya lemah. Allah SWT tidak mungkin bersifat lemah. Bagi Allah SWT, jika sudah berkehendak melakukan atau melakukan sesuatu, maka tidak ada satu pun yang dapat menghalangin-Nya. Dengan demikian, Allah SWT tetap bersifat kudrat (kuasa) dan mustahil bersifat ‘ajzu (lemah).
Firman Allah SWT :
“Sesungguhnya ALLAH berkuasa atas segala sesuatu“ … (QS. Al-Baqarah :20)
Sungguh idak patut manusia bersifat sombong dengan kekuasaan yang kita miliki karena sebesar apapun Allah SWT. Pasti lebih kuasa. Oleh karena itu, kita sebagai hamba Allah yang hidup di muka bumi harus berkarya, berkreasi, dan berinovasi.
|

8. Iradat ( Berkehendak )

Allah SWT menciptakan alam beserta isinya atas kehendak-Nya sendiri, tanpa ada paksaan dari pihak lain atau campur tangan dari siapa pun  Apapun yang Allah SWT kehendakin pasti terjadi, begitu juga setiap setiap Allah SWT tidak kehendaki pasti tidak terjadi.
Berbeda dengan kehendak atau kemauan manusia, tidak sedikit manusia mempunyai keinginan, tetapi keinginan itu kandas di tengah jalan. Apabila manusia berkeinginan tanpa disertai dengan kehendak Allah SWT. Pasti keinginan itu tidak terwujud. Hal ini menunjukan bahwa manusia memiliki keterbatasan, sedangkan Allah SWT memiliki kehendak yang tidak terbatas.
Sifat mustahil-Nya adalah :  Karahah,
Artinya terpaksa. Jika Allah SWT bersifat karahah (terpaksa) pasti alam jagat raya yang kita tempai ini tidak terwujud sebab karahah itu adalah sifat kekurangan, sedangkan Allah SWT, wajib bersifat kesempurnaan. Dengan demikian, Allah SWT. Wajib bersifat iradah (berkehendak) mustahil bersifat karahah (terpaksa).
Untuk menguatkan keyakinan kita, Allah SWT berfirman :
“Sesungguhnya perintah-Nya apabila dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya:”Jadilah”maka terjadilah” …. (QS. Yasin : 82)
Sebagai manusia kita harus mempunyai kemauan, keinginan, dan cita-cita yang bertujuan membangun hari esok yang lebih baik karena kita hidup di muka bumi ini hanya bersifat sementara. Oleh karena itu, apapun yang kita cita-citakan dengan tujuan mengharap rida Allah SWT.
|

9. Ilmu ( Mengetahui )

Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, meskipun pada hal yang tidak terlihat.
Sifat mustahil-Nya adalah :  Jahlun yang artinya bodoh.
Allah SWT memiliki pengetahuan atau kepandaian yang sangat sempurna, artinya ilmu Allah SWT itu tidak terbatas dan tidak pula dibatasi. Allah SWT mengetahui segala sesuatu yang ada di alam semesta, baik yang tampak maupun yang gaib.
Bahkan, apa yang dirahasiakan didalam hati manusia sekali pun. Bukti kesempurnaan ilmu Allah SWT, ibarat air laut menjadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Allah SWT, tidak akan habis kalimat-kalimat tersebut meskipun mendatangkan tambahan air yang banyak seperti semula.
Kita sering kagum atas kecerdasan dan ilmu yang dimiliki orang-orang pintar di dunia ini. Kita juga takjub akan indahnya karya dan canggihnya tekhnologi yang diciptakan manusia. Sadarkah kita bahwa ilmu tersebut hanyalah sebagian kecil saja yang diberikan Allah SWT kepada kita ?.
Firman Allah SWT :
”…..Allah SWT mengetahui apa yang ada dilangit dan apa yang ada di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” … (QS Al Hujurat:16)
Oleh karena itu, sebagai hamba Allah SWT, seharusnya terdorong untuk terus menimba ilmu. Kita sadar bahwa sebanyak apapun ilmu yang telah kita ketahui, masih lebih banyak lagi ilmu yang belum kita ketahui.
|

10. Hayat ( Hidup )

Hidupnya Allah tidak ada yang menhidupkannya melainkan hidup dengan zat-Nya sendiri karena Allah Maha Sempurna, berbeda dengan makhluk yang diciptakan-Nya.
Sifat mustahil-Nya adalah :  Mautun yang artinya mati.
Contohnya,
Manusia ada yang menghidupkan. Selain itu, mereka juga mmebutuhkan makanan, minuman, istirahat, tidur, dan sebagainya. Akan tetapi, hidupnya Allah SWT tidak membutuhkan semua itu. Allah SWT hidup selama-lamanya, tidak mengalami kematian bahkan mengantuk pun tidak.
Firman Allah SWT :
”Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur” … (QS Al Baqarah: 255)
Allah SWT selalu mengurus dan mengawasi seluruh makhluk ciptaan-Nya. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu berhati-hati dalam segala tindakan karena gerak gerik kita akan di awasi dicatat Allah SWT. Kelak di akhirat seluruh amalan tersebut akan kita pertanggung jawabkan.
|

11. Sam’un ( Mendengar )

Allah SWT mendengar setiap suara yang ada di alam semesta ini. Yidak ada suara yang terlepas dari pendengaran Allah SWT walaupun suara itu lemah dan pelan., seperti suara bisikan hati dan jiwa manusia.
Pendengaran Allah SWT berbeda dengan pendengaran mahluk –Nya karena tidak terhalang oleh suatu apapun, sedangkan pendengaran mahluk-Nya dibatasi ruang dan waktu.
Sifat mustahil-Nnya adalah :  Summun artinya tuli (tidak mendengar).
Allah SWT mustahil bersifat tuli (tidak mendengar) sebab sekiranya Allah SWT tidak mendengar pasti segala permohonan dan pernyataa syukur hamba-Nya tidak akan diterima-Nya.
Selain itu penghiaan orang kafir, orang musrik, orang munafiq, dan lain sebagainya tidak dihiraukan-Nya. Oleh karena itu Allah SWT tetap bersifat sama’ mustahil bersifat summun .
Sebagaimana Firman Allah SWT dalam surah Al Maidah berikut.
”Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” … (QS Al Maidah :76)
Sebagai seorang muslim seharusnya kita senantiasa bertingkah laku, bersikap, dan berbicara dengan bahasa yang santun dan mengeluarkan ucapan-ucapan yang baik lagi bermanfaat. Karena Allah SWT pasti mendengar segala perkataan m,anusia, baik terucap maupun di dalam hati.
|

12. Basar ( Melihat )

Allah SWT melihat segala sesuatu yang ada di alam semesta ini . penglihatan Allah bersifat mutlak, artinya tidak dibatasi oleh jarak( jauh atau dekat) dan tidak dapat dihalangi oleh dinding (tipis atau tebal). Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, kecil maupun besar, tampak atau tidak tampak, pasti semuanya terlihat oleh Allah SWT.
Sifat mustahil-Nya adalah :  ‘Umyun,  artinya buta.
Allah SWT wajib bersifat kesempurnaan. Seandainya Allah SWT itu buta pasti alam semesta ini tidak akan ada karena Allah SWT tidak dapat melihat apa yang diciptakan-Nya.
Firman Allah SWT sebagai berikut.
”………Dan Allah maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” … (al-Baqarah: 265)
Dengan memahami sifat besar Allah SWT hendaknya kita selalu berhati-hati dalam berbuat. Mungkin kita bisa berbohong kepada manusia, seperti orang tua, guru, atau teman. Akan tetapi kita tidak akan bisa berbohong kepada Allah SWT.
Oleh karena itu , berbuat baiklah supaya kita tidak perlu cemas jika kita harus mempertanggung jawabkannya kelak di akhirat.
|

13. Kalam ( Berbicara / Berfirman )

Allah SWT bersifat kalam artinya Allah SWT berfirman dalam kitab-Nya yang diturunkan kepada para nabi dan rasul-Nya. Pembicaraan Allah SWT tentu tidak sama dengan pembicaraan manusia karena Allah SWT tidak berorgan (panca indra), seperti lidah dan mulut yang dimiliki oleh manusia.
Allah SWT berbicara tanpa menggunkan alat bantu yang berbentuk apapun sebab sifat kalam Allah SWT sangat sempurna. Sebagai bukti bahwa adanya wahyu Allah SWT berupa al qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para rasul sebelum Nabi Muhammad SAW.
Sifat mustahi-Nya adalah :  Bukmun, artinya Bisu.
Allah SWT mustahil bersifat bisu. Seandainya Allah SWT bersifat bisu mana mungkin para utusan-Nya bisa mengerti maksud wahyu yang diturunkan kepada tersebut, baik dalam bentuk perintah maupun larangan.
Padahal kenyataannya semua itu tidak mungkin terjadi. Firman Allah SWT
”……. Dan Allah berkata kepada Musa dengan satu perkataan yang jelas”
(QS AnNisa’ :164)
Oleh karena itu kita sebagai hamba Allah SWT hendaknya membiasakan diri mengucapkan kalimat-kalimat tayyibah, artinya kata-kata yang mulia, seperti ketika kita berbuat salah, maka segeralah membaca istighfar.
Apabila kita menerima nikmat, maka segeralah mengucapkan hamdalah. Selain itu, kita juga harus membiasakan diri bertutur kata yang lemah lembut dan sopan santun dengan sesama manusia.
|

14. Kaunuhu Qadirun

Esm-Allah-00Keadaan Allah Ta’ala Yang Berkuasa Mengadakan Dan Mentiadakan.
Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala ,
tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum , iaitu lain daripada
sifat Qudrat.Sifat Allah ini berarti Allah adalah Dzat yang Maha Berkuasa.
Allah tidak lemah, Ia berkuasa penuh atas seluruh makhluk dan ciptaanNya.
Sesungguhnya Alllah berkuasa atas segala sesuatu
(QS. Al Baqarah :20).
|

15. Kaunuhu Muridun

Allah-5Keadaan Allah Ta’ala Yang Menghendaki dan menentukan tiap-tiap sesuatu.
Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala ,
tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum , iaitu lain daripada
sifat Iradat.Allah memiliki sifat Muridun, yaitu sebagai Dzat Yang Maha Berkehendak.
.
Ia berkehendak atas nasib dan takdir manusia.
Sesungguhnya Tuhanmu Maha Melaksanakan apa yang Dia kehendaki“ … (QS. Hud :107)
|

16.  Kaunuhu ‘Alimun

Allah-6Keadaan Allah Ta’ala Yang Mengetahui akan Tiap-tiap sesuatu.
Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala , tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum , iaitu lain daripada sifat Al-Ilmu.
Sifat Allah ‘Alimun, yaitu Dzat Yang Maha Mengetahui. Allah mengetahui segala hal yang telah terjadi maupun yang belum terjadi.
Allah pun dapat mengetahui isi hati dan pikiran manusia.
Dan Alllah Maha Mengetahui sesuatu“ … (QS. An Nisa’ :176)
.
|

17. Kaunuhu Hayyun

Keadaan Allah Ta’ala Yang Hidup.
Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum , iaitu lain daripada sifat Hayat.
Allah adalah Dzat Yang Hidup.
Allah tidak akan pernah mati, tidak akan pernah tidur ataupun lengah.
“Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup kekal dan yang tidak mati“
(QS. Al Furqon :58)
|

18. Kaunuhu Sami’un

allah-14Keadaan Allah Ta’ala Yang Mendengar akan tiap-tiap yang Maujud.
Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum, iaitu lain daripada sifat Sama’.
Allah adalah Dzat Yang Maha Mendengar.
Allah selalu mendengar pembicaraan manusia, permintaan atau doa hambaNya.
Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui“ … (QS. Al Baqoroh :256).
|

19. Kaunuhu Basirun

Keadaan Allah Ta’ala Yang Melihat akan tiap-tiap yang Maujudat ( Benda yang ada ).
Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum , iaitu lain daripada sifat Bashar.
Allah adalah Dzat Yang Maha Melihat. Sifat Allah ini tidak terbatas seperti halnya penglihatan manusia.
Allah selalu melihat gerak-gerik kita. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu berbuat baik.
Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan“ … (QS. Al Hujurat :18)
|

20. Kaunuhu Mutakallimun

Keadaan Allah Ta’ala Yang Berkata-kata.
Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum , iaitu lain daripada sifat Qudrat.
Sifat Allah ini berarti Yang Berbicara. Allah tidak bisu, Ia berbicara atau berfirman melalui ayat-ayat Al Quran.
Bila Al Quran menjadi pedoman hidup kita, maka kita telah patuh dan tunduk terhadap Allah swt.
|.

Rabu, 10 April 2013

BARU DILANTIK DIRUT LPPNPI SIAP DICOPOT






JAKARTA - Mantan Direktur Navigasi Kementerian Perhubungan Ichwanul Idrus, hari ini (Rabu, 16/1) baru saja resmi dilantik menjabat sebagai Direktur Utama Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) di Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Idrus sadar tugas berat telah menanti dirinya bersama para direksi lainnya yang juga hari ini dilantik. Pada awak media, Idrus menyatakan kesiapannya untuk mengundurkan diri atau diberhentikan bila terjadi insiden akibat kesalahan pada pengaturan sistem navigasi yang ia pimpin. Walaupun BUMN yang dia pimpin saat ini masih dimasa transisi.

"Saya siap diangkat dan siap diberhentikan. Saya sudah siap kan diri saya," ujar Ichwanul di Kementerian BUMN Jakarta, Rabu (16/1/2013).

Setelah ditetapkan, Ichwanul pun siap bekerja keras memberikan pelayanan terbaik untuk menjalankan tugasnya, terkait pengaturan dan pengawasan sistem navigasi udara setelah menjadi satu di bawah Perum Navigasi.

Selain itu, pihaknya bersama enam dewan direksi lainnya yang terpilih, akan menggandeng dan bekerjasama dengan semua pihak di masa transisi ini. "Kita memang harus kerjasama dengan stakeholder, semua mitra, PT Angkasa Pura  I dan II (persero), UPT, perusahaan penerbangan itu mitra," tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, para direksi terpilih tersebut adalah Ichwanul Idrus (Direktur Utama), Wisnu Darjono (Direktur Safety dan Standar), Saryono (Direktur Personalia dan Umum), Fadli Soesilo (Direktur Teknik Navigasi dan Penerbangan), Sonatha Halim Jusuf (Dirut Keuangan), Amran (Direktur Manajemen Lalu Lintas Penerbangan) dan New In Hartaty Manulang (Direktur Service Development dan IT).

Selain penyerahan SK Dewan Pengawas dan Direksi Perum LPPNPI, dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan kontrak manajemen antara Menteri BUMN dengan Direksi Perum LPPNPI serta penandatangan kontrak manajemen antara Menteri Perhubungan dengan Direksi dan Dewan Pengawas Perum LPPNPI, sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan BUMN dengan kinerja sebagai yang diharapkan. (chi/jpnn)

HEBOH ..!!! LOGO CAP KAKI TIGA DIGUGAT WARGA NEGARA INGGRIS




Heboh!! Logo Cap Kaki Tiga Digugat Warga Inggris - Anda boleh tak mengenal negara Isle of Man yang penduduknya secara de jure masuk dalam kategori Uni Eropa. Namun, logo Triskelion atau tiga kaki tentulah sudah akrab di mata lewat berbagai produk seperti larutan penyegar atau puyer sakit kepala.

Keduanya kini terhubung bukan hanya lewat kesamaan itu, tetapi juga bertemu di meja hijau. Seorang warga negara Inggris tengah mengajukan gugatan pembatalan sertifikat merek yang menggunakan simbol  Triskelion.

Anda pun kini boleh khawatir tidak akan mendapatkan produk-produk dengan brand Cap Kaki Tiga di pasar, pasalnya gugatan itu juga minta agar dilakukan penghentian peredaran produk yang mengandung unsur tersebut dalam mereknya.

Dalam gugatan No. 66/Merek/2012/PN.Niaga.Jkt.Pst itu Russell Vince (penggugat) mengajukan gugatan pembatalan atas 49 sertifikat merek milik Wen Ken Drug Pte Ltd yang dikeluarkan oleh Direktorat Merek pada Ditjen Hak Kekayaan Intelektual.

Pria Inggris itu juga minta agar majelis hakim pada Pengadilan Niaga Jakarta Pusat untuk memerintahkan penghentian produksi, distribusi, dan promosi, serta menarik dari perdaran atas produk-produk yang mengandung unsur-unsur kaki tiga dalam mereknya.

Rupanya, Vince sangat keberatan dengan adanya penggunaan lambang negara Isle of Man tanpa izin. Lambang tersebut, yang berupa Triskelion atau kaki tiga telah digunakan tergugat (Wen Ken Drug) sebagai merek barang dan jasa.

Merek “Cap Kaki Tiga” telah didaftarkan ke Direktorat Merek di Indonesia oleh Wen Ken Drug, sebuah perusahaan yang beralamat di Singapura.

Selama berabad-abad Isle of Man menggunakan lambang atau simbol kuno bernama Triskelion (kaki tiga), masing-masing dilengkapi dengan taji, yang ditekuk ke paha. Triskelion telah digunakan untuk publikasi pemerintah, mata uang, bendera, dan lain-lainnya.

“Tergugat yang secara tanpa izin menggunakan lambang Negara Isle of Man sebagai merek cap kaki tiga, bahkan merek cap kaki tiga juga menjadi obyek sengketa,” kata penggugat dalam berkas gugatan yang Bisnis peroleh.

Penggugat, yang diwakili kuasa hukumnya Previany Annisa Rellina dkk. dari kantor hukum THAR & Co, menyatakan khawatir jika penggunaan lambang negara sebagai merek tergugat berpotensi menimbulkan permasalahan antara negara Indonesia dan Isle of Man.

“Seolah-olah negara Isle of Man ikut terlibat sengketa yang terjadi di Indonesia, yang mana hal tersebut bertentangan dengan kepatutan dan keadilan di masyarakat,” katanya.

Pembatalan tersebut, kata Previany, berdasarkan pada Pasal 6 ayat (3) huruf b UU No. 15 tahun 2001 tentang Merek. Ditjen Merek harus menolak permohonan pendaftaran merek yang merupakan tiruan atau menyerupai nama atau singkatan nama, bendera, lambang, atau simbol atau emblem negara.

Sementara itu, kuasa hukum Wen Ken Drug, Agus Nasrudin, menyatakan belum bisa memberikan tanggapan atas gugatan pembatalan merek tersebut. “Kami baru menerima gugatan hari ini dan belum membacanya. Kami akan berikan tanggapan minggu depan,” ujarnuya seusai sidang Senin (14/1).

Penggugat menganggap tindakan Wen Ken Drug yang mendaftarkan dan memakai simbol  Triskelion dalam merek yang didaftarkannya mengandung iktikad tidak baik. | beritaonline.web.id


Logo kaki tiga yang dipermasalahkan
Jakarta - Gara-gara mirip lambang sebuah negara koloni Inggris, Isle Of Man, logo Cap Kaki Tiga digugat warga Inggris. Perusahaan milik perusahaan Wen Ken Drug digugat ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat (PN Jakpus) oleh Russel Vince karena merasa lambang negara koloninya dipakai dalam botol minuman.

Sidang dengan agenda replik tersebut digelar, Senin (28/1/2013) di PN Jakpus, Jl Gadjah Mada. Sidan itu dipimpin Ketua Majelis Hakim Bagus Irawan.

Dalam sidang replik tersebut, kuasa hukum warga Inggris, Previanny Annisa, mengatakan gugatan yang dilakukan oleh kliennya berdasarkan hukum. Dia mengatakan kalau seorang warga negara boleh menggugat suatu merek jika lambang negaranya digunakan.

"Gugatan ini memiliki landasan sesuai Pasal 3 ayat 1 dan 4 ayat 1 UU Trips of Agreement. Dimana gugatan lambang negara yang dipakai dalam suatu merek boleh diajukan warga negara," ujar Annisa usai sidang.

Sebagaimana dimaksud, Isle Of Man merupakan sebuah negara yang berlokasi di antara negara Ingris, Skotlandia, dan Irlandia Utara. Russel meminta agar PN Jakpus membatalkan merek merek Cap Kaki Tiga yang terdaftar di Dirjen Hak Kekayaan dan Intelektual (HAKI) Kemenkum HAM.

Atas gugatan tersebut, kuasa hukum Cap Kaki Tiga, Agus Nasruddin, mengatakan gugatan itu tidak berdasar. ‪Menurutnya sangat aneh jika seorang warga negara Inggris mewakili kepentingan negara Isle of Man. Agus menjelaskan Isle of Man adalah negara koloni yang kepentingan luar negerinya diwakili Inggris.‬‬

‪‪Apabila hendak mengajukan gugatan, seharusnya yang melakukan adalah negara Inggris atau yang memiliki surat kuasa dari pemerintah tersebut.‬‬ "Dia bukanlah pemilik merek, jadi tidak memiliki legal standing mengajukan pembatalan," lanjut Agus.
‪‪
Gugatan dengan nomor 66/Merek/2012/PN.Niaga.Jkt.Pst. akan digelar dua pekan‬‬
‪‪ke depan dengan agenda penyerahan duplik dari tergugat.


(rvk/asp)
eboh!! Logo Cap Kaki Tiga Digugat Warga Inggris Rating: 4.5 Reviewer: Bodrex Caem - ItemReviewed: Heboh!! Logo Cap Kaki Tiga Digugat Warga Inggris

Selasa, 05 Maret 2013

BUKTI DAN JANJI ALLAH BUAT HAMBANYA YANG DENGAN IKHLAS BERQURBAN DI JALAN ALLAH SWT.

Masih ingat pemulung yang menabung 3 tahun demi berkurban 2 ekor kambing saat Idul Adha lalu. Berkat 2 ekor kambing itu, Mak Yati kini mendapatkan sebuah rumah di Pasuruan, Jawa Timur.
Rumah tersebut berada di kampung halaman Mak Yati di Purwosari, Pasuruan. Rumah bercat putih dan hijau ini ini memiliki luas tanah 100 meter persegi, dengan luas bangunan 45 meter persegi. Rumah ini dibuatkan Kementerian Sosial untuk Mak Yati.
“Bapak dan Ibu saya tak tahu harus bagimana membalasnya, banyak terima kasih untuk pemberian Bapak semoga diberi panjang umur,” kata Mak Yati yang mengenakan jilbab abu-abu dan kemeja lengan panjang warna merah di kantor Kementerian Sosial, Jl Salemba Raya, Jakarta, Senin (18/2/2013).
Mak Yati bisa melihat rumah barunya itu lewat slide yang ditunjukkan. Rencananya Mak Yati dan suaminya akan diberangkatkan ke kampung halamannya oleh Kementerian Sosial dengan menggunakan kereta dari Gambir pada pukul 17.00 WIB.
Selain rumah, Mak Yati juga diberi uang bertahan hidup selama 3 bulan sebesar Rp 2,8 juta dan diberi modal usaha. Mak Yati mengaku kapok datang ke Jakarta. Setelah di kampung dia akan mejadi petani.
“Percuma kalau balik ke Jakarta, tidak ada kemajuan. Saya mau bertanam jagung,” katanya.
Menteri Sosial Salim Segaf Al Djufri memberi apresiasi kepada Mak Yati karena meski hidup kekurangan tetap bertekat memberikan kontribusi untuk orang lain dengan menyembelih kambing kurban.
“Yang miskin saja mau memberikan kontribusi ke orang lain, sebenarnya kasihan tapi juga banga. Kita mempunyai sekian banyak orang miskin tapi jiwanya kaya,” pujinya.
Mak Yati dan suaminya berkurban dua kambing pada Idul Adha 26 Oktober 2012 lalu. Keduanya mengumpulkan dana untuk membeli kambing sejak tiga tahun silam dari hasil mengumpulkan botol bekas dan barang lainnya. Kisah keduanya membuat haru para pengurus masjid dan menarik simpati Mensos.(*)
 
Rumah Mak Yati di Pasuruan Jawa Timur.
Rumah Mak Yati di Pasuruan Jawa Timur.
 
 
Senin, 18 Februari 2013 | 17:12 WIB
Compact_makyati
JAKARTA: Setelah 45 tahun lebih merantau dan menjadi pemulung di Jakarta, akhirnya Romlah yang akrab dipanggil Mak Yati, pulang kampung dan punya rumah sendiri.

Mak Yati pernah bermimpi ingin pulang ke kampung halamannya di Kertosari, Pasuruan, Jawa Timur. Sudah lama dia ingin tinggal di kampungnya, tapi di sana sudah tidak ada keluarga, dan tidak punya rumah.

“Saya nanti  akan bertani di kampung. Menanam jagung, singkong,dan tumbuhan lainnya yang bisa menghasilkan dan menghidupi saya dan suami,” ujar  Mak Yati usai bertemua Menteri Sosial Salim Segaf Al Djufri, di Kantor Kemensos, Senin (18/2).

Kepulangan MakYati bersama suaminya Maman ke Pasuruan, adalah atas inisiatif Mensos untuk membuatkannya rumah di kampung, dan memberi modal untuk bercocok tanam.

“Kami akan membantu Mak Yati dengan dana sebesar Rp2,8 juta untuk biaya hidup selama tiga bulan. Selain itu juga modal kerja sebesar Rp2,5 juta,” kata Mensos Salim.Pertemuan Mensos dengan Mak Yati berawal sekitar 4 bulan lalu.

Ceritanya ketika Hari Raya Idul Adha 1433 H (2012), Mak Yati membuat masyarakat terkagum-kagum. Walau seorang pemulung yang mengais rejeki dari sampah, tapi dia mau berkurban dengan menyerahkan dua ekor kambing ke Masjid Al-Ijtihad di Tebet, Jakarta Selatan

Dana untuk beli kambing kurban tersebut adalah hasil tabungannya dari pemulung selama tiga tahun. “Saya ingin beramal untuk akhirat,” ujar Mak Yati dengan suara pelan.

Apa yang dilakukan perempuan yang diperkirakan berusia lebih dari 50 tahun, yang tak tahu kapal dia lahir, dan tak bisa baca tulis ini, mengundang simpati dari Mensos Salim.

Usai Lebaran Idul Adha 1433H, Mensos sempat bersilaturahmi ke gubuk Mak Yati. Dalam pertemuan itu perempuan tersebut menyampaikan impiannya ingin pulang kampung, dan memiliki rumah sendiri. Mensos pun saat itu berjanji memenuhi keinginan Mak Yati.

Sore ini, Senin (18/2), Mak Yati dan Maman akan pulang ke Pasuruan dengan naik kereta api. “Ini tiketnya untuk naik kereta nanti sore. Semoga senang bisa pulang kampung, dan bertani di sana,” ucap Mensos yang didampingi isterinya sebagai Ketua Dharma Wanita Kemensos.

Mak Yati tidak pernah bermimpi kalau kambing kurbannya yang dengan ikhlas dia berikan, akan berbuah berkah bagi keluarganya. Dia dan suaminya hanya tinggal berdua, mereka tidak memiliki anak. (bas)