Kamis, 17 Juni 2010

Staf Khusus Presiden Tangani Konflik Angkasa Pura

Rabu, 16 Juni 2010, 21:12 WIB
Smaller  Reset  Larger
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana diminta untuk menangani konflik di PT Angkasa Pura (AP) I, khususnya mengklarifikasi kebenaran kasus pelanggaran hak-hak karyawan di perusahaan pelat merah itu."Presiden meminta Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) aktif melakukan mediasi atas konflik semacam ini, sehingga tercapai perdamaian," kata Liaison Officer SKP BSB Yanno Nunuhitu di Jakarta, Rabu.

Dikatakannya, kasus pemecatan, kriminalisasi, dan mutasi aktifis Serikat Pekerja AP I yang hingga kini masih berlarut-larut dikhawatirkan bakal menjadi topik pembicaraan Presiden Barack Obama dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat Presiden AS itu berkunjung ke Jakarta, September nanti.

Amnesti Internasional telah meminta kepada Obama agar memasukkan topik tersebut dalam pembicarannya dengan Yudhoyono. Lembaga hak asasi manusia dunia itu juga telah menyurati pemerintah Indonesia perihal kasus itu.

Menurut Yanno, informasi yang selama ini berkembang menyebutkan bahwa direksi mengabaikan tuntutan kesejahteraan karyawan, termasuk tuntutan mengenai keberadaan pensiun karyawan."Kami sendiri juga merasa tersentuh jika benar bahwa karyawan sebuah perusahaan pengelola bandar udara, yang memiliki kaitan erat dengan keselamatan masyarakat, belum sejahtera hidupnya," katanya.

Karena itu, hari ini, KP BSB memanggil karyawan korban pemecatan dan mutasi untuk dimintai keterangan.
Menurut karyawan, lanjut Yanno, awalnya mereka menuntut agar perusahaan memberikan tunjangan hari tua atau dana pensiun, namun karena ditolak direksi, dua tahun lalu mereka menggelar pemogokan. "Lalu, aktivis-aktivis serikat pekerja ditindas, dipecat, dikriminalisasi, atau dimutasi. Proses pembelaan dan perundingan yang telah dilakukan selama dua tahun belum bisa melunakkan ego direksi," katanya.

Dalam waktu dekat, SKP BSB juga memanggil direksi PT AP I dan Dirjen Perhubungan Udara untuk didengar keterangannya. "Kami minta direksi menghormati perundingan yang masih berlangsung. Jangan sampai karena soal Angkasa Pura, seluruh anak bangsa menanggung malu di dunia internasional. Kami tak mau membiarkan Obama membicarakan isu ini," kata Yanno.
Red: Krisman Purwoko
Sumber: ant

Konflik Angkasa Pura I Ditangani Staf Khusus Presiden

Kamis, 17 Juni 2010 05:29 WIB
JAKARTA--MI: Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana diminta untuk menangani konflik di PT Angkasa Pura (AP) I, khususnya mengklarifikasi kebenaran kasus pelanggaran hak-hak karyawan di perusahaan pelat merah itu.

"Presiden meminta Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) aktif melakukan mediasi atas konflik semacam ini, sehingga tercapai perdamaian," kata Liaison Officer SKP BSB Yanno Nunuhitu di Jakarta, Rabu (16/6).

Dikatakannya, kasus pemecatan, kriminalisasi, dan mutasi aktivis Serikat Pekerja AP I yang hingga kini masih berlarut-larut, dikhawatirkan bakal menjadi topik pembicaraan Presiden Barack Obama dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat Presiden AS itu berkunjung ke Jakarta, September mendatang.

Pasalnya, Amnesti Internasional telah meminta Obama agar memasukkan topik tersebut dalam pembicarannya dengan Yudhoyono. Lembaga hak asasi manusia dunia itu juga telah menyurati pemerintah Indonesia perihal kasus itu.

Menurut Yanno, informasi yang selama ini berkembang menyebutkan bahwa direksi mengabaikan tuntutan kesejahteraan karyawan, termasuk tuntutan mengenai keberadaan pensiun karyawan. "Kami sendiri juga merasa tersentuh jika benar bahwa karyawan sebuah perusahaan pengelola bandar udara yang memiliki kaitan erat dengan keselamatan masyarakat, belum sejahtera hidupnya," katanya.

Karena itu, Rabu (16.6) SKP BSB memanggil karyawan korban pemecatan dan mutasi untuk dimintai keterangan. Menurut karyawan, ucap Yanno, awalnya mereka menuntut agar perusahaan memberikan tunjangan hari tua atau dana pensiun, namun karena ditolak
direksi, dua tahun lalu mereka menggelar pemogokan.

"Lalu, aktivis-aktivis serikat pekerja ditindas, dipecat, dikriminalisasi, atau dimutasi. Proses pembelaan dan perundingan yang telah dilakukan selama dua tahun belum bisa melunakkan ego direksi," katanya.

Dalam waktu dekat, SKP BSB juga akan memanggil direksi PT AP I dan Dirjen Perhubungan Udara untuk didengar keterangannya. "Kami minta direksi menghormati perundingan yang masih berlangsung. Jangan sampai karena soal Angkasa Pura, seluruh anak bangsa menanggung malu di dunia internasional. Kami tak mau membiarkan Obama membicarakan isu
ini," Yanno mengingatkan. (Ant/OL-8)

Staff Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (BSB) Mediasi Kasus Ketenagakerjaan PT AP I


Politikindonesia - Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) mendapat tugas penting. Presiden meminta lembaga yang dipimpin Andi Arief mengklarifikasi kebenaran kasus pelanggaran hak-hak karyawan PT Angkasa Pura  I.

Kepada politikindonesia.com, Rabu (16/06) malam, Yanno Nunuhitu, Liason Officer SKP BSB mengemukakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta SKP BSB aktif memediasi konflik itu. Dengan begitu, diharapkan tercapai perdamaian untuk kebaikan bersama.

"Kami juga tersentuh, jika benar karyawan sebuah perusahaan pengelola bandar udara, yang memiliki kaitan erat dengan keselamatan masyarakat, belum sejahtera hidupnya,” kata Yanno Nunuhitu.

Yanno mengungkapkan, kasus pemecatan, kriminalisasi dan mutasi aktifis Serikat Pekerja Angkasa Pura I (SP AP I) yang berlarut-larut itu, dikhawatirkan menjadi topik pembicaraan Presiden Barack Obama dan Presiden Yudhoyono. Seperti diketahui, Presiden Obama tetap akan berkunjung ke Indonesia, September nanti, setelah tertunda dua kali.

Amnesti Internasional telah meminta Obama memasukkan topik tersebut dalam pembicarannya dengan SBY. Lembaga hak asasi manusia dunia itu bahkan telah menyurati pemerintah Indonesia, menanyakan kasus itu.

Karena itu, Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana diminta mengklarifikasi kebenaran kasus pelanggaran hak-hak karyawan PT AP I itu. Soalnya, informasi yang berkembang menyebutkan direksi mengabaikan tuntutan kesejahteraan karyawan, termasuk mengenai masalah pensiun karyawan.

Kepada pihak SKP BSB, para karyawan korban pemecatan dan mutasi itu mengungkapkan, awalnya mereka menuntut agar perusahaan memberikan tunjangan hari tua atau dana penisun. Karena Direksi menolak, dua tahun lalu mereka menggelar pemogokan. Akibatnya, para aktifis SP ditindas, dipecat, dikriminalisasi, atau dimutasi.

"Proses pembelaan dan perundingan yang telah dilakukan selama dua tahun belum bisa melunakkan ego Direksi,” urai Yanno.

Rencananya, pihak SKP BSB memanggil Direksi PT AP I dan Dirjen Perhubungan Udara untuk didengar keterangannya dalam kasus itu. Dari situ diharapkan ada solusi dalam menyelesaikan masalahnya, agar tidak terus berlarut-larut dan menjadi perhatian kalangan internasional.

UU Ketenagakerjaan

Pasal 143

(1) Siapapun tidak dapat menghalang-halangi pekerja/buruh dan serikat pekerja/serikat buruh untuk menggunakan hak mogok kerja yang dilakukan secara sah, tertib, dan damai.

(2) Siapapun dilarang melakukan penangkapan dan/atau penahanan terhadap pekerja/buruh dan pengurus serikat pekerja/serikat buruh yang melakukan mogok kerja secara sah, tertib, dan damai sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 144

Terhadap mogok kerja yang dilakukan sesuai ketentuan sebagaimana dimaksud Pasal 140, pengusaha dilarang :

a. mengganti pekerja/buruh yang mogok kerja dengan pekerja/buruh lain dari luar perusahaan; atau

b. memberikan sanksi atau tindakan balasan dalam bentuk apapun kepada pekerja/buruh dan pengurus serikat pekerja/serikat buruh selama dan sesudah mogok kerja.

UU Serikat Pekerja/Serikat Buruh

Pasal 28

Siapapun dilarang menghalang-halangi atau memaksa pekerja/buruh membentuk atau tidak membentuk, menjadi pengurus atau tidak menjadi pengurus, menjadi anggota atau tidak menjadi anggota dan/atau menjalankan atau tidak menjalankan kegiatan serikat pekerja/serikat buruh dengan cara:

a. melakukan pemutusan hubungan kerja, memberhentikan sementara, menurunkan jabatan, atau melakukan mutasi;

b. tidak membayar atau mengurangi upah pekerja/buruh;

c. melakukan intimidasi dalam bentuk apapun ;

d. melakukan kampanye anti pembentukan serikat pekerja/serikat buruh.
(aan/na)

Rabu, 19 Mei 2010

Jenius, Bocah 9 Tahun Sudah Jadi Ahli TI

Kamis, 20/05/2010 07:23 WIB
Febrina Ayu Scottiati - detikinet
Macedonia - Namanya adalah Marco Calasan. Meski baru berusia 9 tahun, ia sudah memiliki 4 sertifikat Microsoft dan telah menulis buku berisi 312 halaman tentang Windows 7. Tak pelak, ia digadang-gadang sebagai insinyur sistem Microsoft termuda di dunia

Dikutip detikINET dari CNN, Kamis (20/5/2010), bak orang dewasa Marco mengajak tur rombongan wartawan yang ingin mengenalnya ke lab sekolah, seolah-olah itu rumahnya sendiri. Marco sendiri, tinggal di seberang sekolah tersebut dan selalu menghabiskan waktu di lab komputer.

"Dengan pengetahuan, semuanya mungkin," ujarnya mantap ketika ditanya kenapa ia begitu mencintai komputer. Kemudian ia mulai menerangkan dengan rinci tentang IPTV (Internet Protocol Television) -- jaringan sistem pengiriman konten yang dibuatnya sendiri.

Marco mengatakan, ia mengajarkan seluk beluk komputer ke teman-temannya serta gurunya sendiri. Tak hanya itu, akhir bulan ini pemerintah Montenegro memintanya secara khusus untuk memberikan presentasi sistem IPTV ciptaannya.

Dengan suaranya yang manis dan polos, Marco menjelaskan bagaimana ia melakukan stream video berkualitas tinggi ke penjuru negaranya, Macedonia. Ia bahkan menyediakan layanan bagi para penyandang cacat di negara itu.

"Aku hanyalah anak biasa. Aku juga lupa dengan semua pengetahuan yang ada di kepalaku ketika bermain bersama teman-teman," tuturnya. Namun, sepertinya anak ini memang berbeda. Tak hanya jenius, ia pun bisa berbicara dengan tiga bahasa. Saat ini ia sedang mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa keempat yang akan dikuasainya.

Profesor Elena Achkovska-Leshkovska dari Institut Psikologi, Skopje menguji Macro ketika ia masih berusia 7 tahun. Dia menemukan bahwa otak bocah itu sama seperti otak anak yang berusia 12 tahun ke atas. Tetapi yang menarik adalah tingginya tingkat keterampilan emosional dan sosial. Sesuatu yang tidak biasanya ditemukan dalam anak-anak berbakat lainnya.

Ibu Marco, Radica, menceritakan ketika ia didiagnosa menderita kanker payudara, Marco membuat 200 halaman lebih tentang informasi perawatan kanker payudara termasuk makanan apa saja yang harus dimakan ibunya.

Radica sendiri enggan melakukan perawatan kemoterapi karena khawatir tak mampu merawat anak lelakinya. Dia tahu Marco membutuhkan pendidikan khusus yang sangat mahal. Namun Radica yakin segala rintangan dan halangan akan ia hadapi bersama anak jeniusnya.

( feb / ash )

Selasa, 18 Mei 2010

KENALI KODE PRODUKSI Awas! Tabung Gas Bisa Kadaluarsa


Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Diensya Nofianti
Rabu, 19 Mei 2010 | 09:46 WIB
PONTIANAK, KOMPAS.com - Jatuhnya korban luka dan juga kerugian material akibat ledakan tabung gas elpiji di berbagai wilayah di Tanah Air bukan lagi merupakan berita baru. Insiden macam ini berkali-kali terulang. Salah satu penyebab kecelakaan tersebut adalah praktik curang dengan penggunaan tabung gas kadaluarsa disertai dengan praktik pengoplosan gas.Nah, bagaimana konsumen mampu membedakan tabung gas layak pakai dengan tabung yang  kadaluarsa? Tentu, belum banyak yang memahami hal ini. Tak ada salahnya untuk menyimak penjelasan berikut, demi keselamatan Anda dalam menggunakan tabung elpiji.
Setiap tabung gas elpiji, baik yang berukuran 12 kilogram maupun 3 kilogram, memiliki nomor registrasi, dengan tanggal dan tahun kedaluarsa yag tercantum pada bagian tabung. "Pastikan masa kedaluarsanya dengan mengecek langsung nomor registrasinya. Tabung gas elpiji masa kedaluarsanya 5 tahun setelah produksi," ungkap Assisten Manager External Relationship Pertamina Regional VI Kalimantan, Bambang Irianto kemarin malam.

Menurut Bambang, kondisi fisik yang nampak kurang bagus belum tentu tabung sudah kedaluarsa. Demikian pula sebaliknya. "Setiap pengisian ulang, pihak Pertamina selalu mengecek kondisi fisik tabung, ada yang di-repair dan ada pula yang dihancurkan jika memang kondisinya fisiknya tak layak," tegasnya.

Ia menjelaskan, tanggal kedaluwarsa ditulis dalam alfa code sesuai nomornya sebagai A atau B, C atau D dan diikuti dua digit angka. Contohnya: D06. Abjad mewakilai satu kwartal, A untuk kwartal I (Januari-Maret) , B untuk kwartal II (April-Juni) , C untuk kwartal III (Juli-September) dan D untuk kwartal IV (Oktober-Desember). Dua digit angka berikutnya merupakan tahun kadaluarsa. Jadi jika tertulis D06 pada tabung gas elpiji, berarti kadaluarsanya Desember 2006.

Minggu, 16 Mei 2010

Keturunan Arab Menang Jadi Miss USA 2010

Senin, 17/05/2010 13:36 WIB
Eny Kartikawati - detikhot

Rima Fakih (ist.) 
Jakarta Dilansir SFGate, Senin (17/5/2010), sejak peristiwa 9/11, Amerika kerap menganggap negatif mereka yang keturunan Arab. Mereka diindetikkan sebagai teroris.

Namun lewat ajang Miss USA 2010, Amerika seolah membantahnya. Ajang yang ada di bawah organisasi Miss Universe itu memenangkan dara keturunan Arab yang juga seorang muslim.

Rima Fakih, itulah pemenang Miss USA 2010. Rima yang lahir pada 2 Oktober 1986, merupakan keturunan Libanon-Amerika.

Sebelum menjadi Miss USA 2010, Rima terlebih dulu memenangkan kontes Miss Michigan. Dia dibesarkan kedua orangtuanya di kawasan Dearborn, Michigan, Amerika Serikat. Cewek berambut panjang itu menyandang gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Michigan.

Rima disebut-sebut sangat bangga dengan latar belakang keturunan keluarganya yang Arab-Amerika. Apalagi ia pernah dinasehati ayahnya, "Kamu tidak tahu siapa dirimu, sampai kamu tahu dari mana kamu berasal."

Ajang Miss USA 2010 digelar di Planet Hollywood Resort & Casino, Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu (16/5/2010) malam. Di ajang tersebut, Rima terpilih menjadi pemenang mengalahkan 50 finalis lainnya.(eny/eny)

Kamis, 06 Mei 2010

POHON KELAPA BERCABANG 4 (EMPAT)



EMPATLAWANG, KOMPAS.com — Pohon kelapa milik Sohid DJ (71), warga Desa Gunung Meraksa Baru, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empatlawang, Sumatera Selatan, ini unik juga. Pohon itu punya lima cabang dan tumbuh di areal persawahan di belakang mesin penggilingan padi milik Sohid.

Ceritanya, dulu saat berumur 3 tahun, pohon ini belum mempunyai cabang bahkan nyaris mati. Daunnya mengering. Bagian batangnya kerdil ketika itu. Kini pohon kelapa itu berumur sekitar 9 tahun dan tingginya 8 meter itu.

Anehnya, daun yang keluar muncul dari empat cabang. Lama-kelamaan, cabang itu subur dan membesar, sedangkan bagian batang tetap kecil seakan patah bila menahan keempat cabang kelapa yang besar itu. Nyatanya, batang masih cukup kuat sampai sekarang.

Dari penuturan Sohid, pohon kelapa tumbuh seperti pohon kelapa lainnya sebelum nyaris mati. Bahkan, pohon itu sempat berbuah. Rasa airnya sangat manis bila dibandingkan dengan air kelapa pada umumnya.

Namun, belum ada kejadian aneh selain pertumbuhan kelapa tersebut. Bahkan, Sohid sempat menyampaikan keanehannya kepada dua Pjs Bupati Empatlawang meski dianggap biasa.

Keunikan kemudian bertambah. Sekitar 2 tahun yang lalu di bawah keempat cabang tersebut tumbuh satu cabang lagi. Jumlah cabangnya menjadi lima. Keunikan ini pun belum menyebar ke masyarakat ramai. Hanya sebagian warga yang mendatanginya.

Sohid mengaku tidak begitu peduli walau pohon kelapanya bercabang lima. Namun, ia sempat mengaitkan hal ini dengan perkembangan Kabupaten Empatlawang. Sebelum terbentuknya Kabupaten Empatlawang, pohon kelapa ini sempat hampir mati.

Namun pada tahun 2003, setelah terbentuknya Kabupaten Empatlawang, pohon kelapa kembali tumbuh subur dan mempunyai empat cabang. "Dua tahun terakhir ini, sejak bupati definitif, cabang bertambah satu lagi,” ujar mantan pejuang di Kabupaten Empatlawang itu.

Ia berharap keunikan menjadi pertanda baik untuk Kabupaten Empatlawang yang terus tumbuh dan maju, seiring pertambahan waktu. Baginya, kelapa itu mempunyai kelebihan dari kelapa lainnya, yakni batang yang kecil, tetapi mampu menopang beban yang lebih berat. “Ya, inilah kebesaran Tuhan. Kalau kita kaji dengan akal pikiran, ini hal yang tidak mungkin,” katanya.
Sebelum Kabupaten Empatlawang terbentuk, pohon kelapa itu sempat hampir mati. Namun, pada 2003 setelah kabupaten terbentuk, pohon kelapa kembali tumbuh subur dan mempunyai empat cabang.